Tukang Bakso Tiga Kali Ngaku Dibegal, Ternyata Bohong

  • Whatsapp
Tim Reskrim Polsek Toboali mengintrogasi Nasam, penjual bakso yang bersandiwara menjadi korban begal, ternyata aksinya hanya berpura pura. (Foto: Dedi Irawan)

Bikin Drama Hoaks karena Dikejar Kredit Mobil
Meresahkan Warga dan Laporan Palsu, Nasam Ditahan

TOBOALI – Tim Rajawali Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Toboali, akhirnya berhasil mengungkap dugaan aksi begal yang dialami Nasam Sumarno (57), penjual bakso keliling menggunakan sepeda motor di Jalan Raya Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Video aksi begal ini sempat viral di media sosial Facebook dan Whatsapp pada Rabu (1/7/2020) malam lalu. Dalam video, peristiwa pembegalan terhadap tukang bakso ini terjadi di Jalan Dusun Anda, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan sekitar pukul 18.30 WIB. Nasam selaku korban begal, terlihat di video diikat tali rafia, dimasukan ke dalam karung dan hanya mengenakan celana dalam saja.

Tentu saja video ini sempat meresahkan warga. Terlebih Nasam di dalam video sempat berguling-guling di dalam karung beras tanpa busana lengkap, berupaya melepaskan diri dari ikatan.

Baca Lainnya

Tapi belakangan diketahui, ternyata aksi begal dan video pembegalan terhadap tukang bakso keliling ini adalah bohong alias hoaks. Bahkan Nasam sendiri yang berperan pura-pura sebagai begal dan seolah menjadi korban begal.

Kebohongan ini terungkap ketika Tim Rajawali Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Toboali bergerak cepat menuju ke TKP pembegalan di dalam video, setelah menerima laporan masyarakat bahwa ada aksi pembegalan yang terjadi di Jalan Dusun Anda, Desa Rias, Kecamatan Toboali.

Polisi lantas menemukan Nasam dalam kondisi seperti pada video. Di lokasi tim opsnal kepolisian langsung melaksanakan Olah Tempat Kejadian Perkara serta menemukan berbagai kejanggalan.

Merasa janggal dengan kejadian tersebut, petugas terus menggali keterangan dari Nasam. Anggota lalu melakukan penggeledahan serta mengecek motor yang digunakan berjualan bakso dan ditemukan uang kurang lebih Rp600.000 yang disembunyikan Nasam di dalam gerobak.

Meski begitu, Tim Opsnal Polsek Toboali langsung membawa Nasam ke Pusyandik Toboali guna pengembangan penyelidikan dan didapati hasil pemeriksaan oleh dokter bahwasannya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang dialami Nasam. Kondisi Nasam pun dalam keadaan baik.

Guna penyelidikan lebih lanjut, Nasam akhirnya dibawa ke Polsek Toboali dan dimintai keterangan. Dari sinilah baru terungkap kebohongan abang bakso ini saat dilakukan interogasi oleh petugas mengenai kronologis pembegalan yang terjadi padanya.

Petugas yang melakukan pemeriksaan secara intensif, kemudian mendapatkan keterangan Nasam dan kronologi kejadian pembegalan versi yang dialaminya. Ia mengaku telah dibegal saat sedang di perjalanan pulang dari berjualan bakso di seputaran persimpangan kebun kelapa sawit Jalan Dusun Bukit Anda, Desa Rias, Toboali.

Nasam mengatakan, saat itu datanglah seorang laki-laki dari arah kebun sawit dan memukulnya ketika berkendara dari arah belakang. Lantas Nasam tersungkur dan tak sadarkan diri. Namun ada kejanggalan, sejurus kemudian ia mengatakan melihat pelaku sebanyak 4 orang.

Berbekal keterangan yang janggal tersebut, petugas terus menggali informasi serta melakukan penyelidikan hingga akhirnya muncul fakta bahwa semua keterangan Nasam adalah bohong.

Kapolres Bangka Selatan AKBP Ferdinand Suwarji melalui Kapolsek Toboali AKP Wendi Indra Yudha menyebutkan, drama begal bapak dua anak hingga guling-guling berbohong dan sangat meyakinkan warga ini, sangat meresahkan warga. Apalagi videonya hingga viral di media sosial.

Kanit Reskrim Polsek Toboali Bripka Yaspri membenarkan, Nasam ditemukan warga dengan keadaan hanya memakai celana dalam, terikat tali rafia serta dimasukan ke dalam karung beras.

Di hadapan petugas, Nasam mengakui sudah dua kali dibegal. Akan tetapi setelah diselidiki lebih jauh, dia mengakui begal yang dialami dua kali sebelumnya pun adalah rekayasa sendiri, tanpa bantuan orang lain.

Nasam yang sudah berjualan bakso belasan tahun ini mengatakan nekad berbohong karena banyak tanggungan dalam rumah tangganya, salah satunya masalah kredit mobilnya yang masih tersisa 15 bulan.

“Saya mohon maaf kepada warga Bangka Selatan khususnya Trans Rias membuat resah warga karena saya menjadi korban begal yang ketiga kalinya. Sebenarnya kejadian tersebut tidak ada, hanya rekayasa saya karena pusing banyak tanggungan. Termasuk tahun 2018, dua kali saya dibegal di Limus dan Jembatan Temayang adalah rekayasa,” aku Nasam.

Lantaran membuat resah warga, Nasam kini diamankan di Polsek Toboali atas pidana memberikan keterangan dan laporan palsu. Adapun barang bukti yang diamankan berupa 1 buah motor BN 5592 NK lengkap dengan gerobak bakso, handphone dan lainnya. (raw/1)

Related posts