Tujuh Ponton TI Kolong Laut Diamankan

  • Whatsapp
Jajaran Satpolair Polres Basel melakukan penertiban penambangan ilegal di perairan Kolong Laut yang beroperasi pada malam hari. (Dedi Irawan)

TOBOALI – Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di Kolong Laut Bangka Selatan, Satuan Polisi Perairan Polres Bangka Selatan langsung melakukan penertiban.

Pengaduan sendiri diterima Selasa sore (28/1/2020) sekitar pukul 16.00 WIB melalui nomor Layanan Sat Polair Polres Basel, dimana dilaporkan bahwa adanya tambang ilegal di Kolong Laut beroperasi pada malam hari.

Read More

Dipimpin Kasat Polair Polres Bangka Selatan, Iptu Bambang Bekti, didampingi KBO dan Kanit Gakkum, Sat Pol Air segera melakukan Surveylence terhadap penambangan Ilegal di lokasi yang dimaksud.

Dengan kekuatan 5 personil, jajaran Satpolair bergerak dari Pos Polair Sadai pukul 22.15 WIB menggunakan speed lidah. Setengah jam perjalanan menuju lokasi, speed lidah sempat terjebak kandas di gugusan karang Laut Tukak dikarenakan air sedang surut.

Hambatan tak menyurutkan niat Kasat Polair beserta personil untuk menindaklanjuti dumas (pengaduan masyarakat), kemudian sekitar 20 menit akhirnya speed dapat keluar dari gugusan karang dengan cara didorong.

Petugas tiba dilokasi sekira pukul 23.20 WIB. Benar saja, tak lebih dari 7 unit ponton sedang beraktivitas, namun ketika speed Satpolair merapat semua pekerja tambang Ilegal di kolong laut langsung melarikan diri dengan menggunakan speed lidah milik mereka.

Petugas lalu menggeledah seluruh ponton guna mencari barang hasil penambangan, tapi tidak ditemukan. Selain itu Sat polair juga melakukan pemeriksaan terhadap barang lainnya seperti senpi, sajam & narkoba, namun tidak ditemukan juga. Jarak garis pantai ke ponton sendiri sekitar 300 meter serta kondisi air dalam keadaan surut.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP S. Ferdinand Suwarji mengatakan kedepan akan ditertibkan jika masih ada penambangan ilegal di daerah itu.

“Saya mengucapkan terima kasih atas respons cepat yang dilakukan Kasat Polair dan timnya, ini merupakan bentuk pelayanan masyarakat serta perhatian terhadap perkembangan situasi dilapangan, kedepannya akan ada tindakan lebih tegas terhadap pertambangan yang dilakukan oleh mereka yang tidak mematuhi perundang-undangan berlaku,” tukas Kapolres. (raw/6)

Related posts