Truk Pengangkut Besi Koba Tin, Diamankan

  • Whatsapp
Satu unit truk bermuatan potongan besi milik PT Koba Tin yang diamankan polisi. (Foto: M. Tamimi)

KOBA – Satu unit truk bermuatan potongan besi atau scrub milik PT Koba Tin, diamankan pihak kepolisian, Senin malam (14/10/2019). Diduga, besi scrub diatas 6 ton itu, diambil di depan Oscar 5 Kompleks Perkantoran Koba Tin di Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Besi itu diduga dijual oleh oknum perusahaan PT Koba Tin. Truk itu digagalkan pada Senin malem sekitar pukul 18.30 WIB. Ba’da Maghrib barang bukti itu ditahan di Mapolsek Koba,” ujar warga Padang Mulia yang tidak mau disebutkan namanya.
Dikatakannya, truk pengangkut besi itu ditahan karena tidak bisa menunjukkan dokumen resmi terkait pengambilan potongan besi di Kompleks Perkantoran Koba Tin.
“Sebelumnya, potongan besi sudah terangkat sebanyak satu mobil bermuatan besi scrub untuk dibawa keluar yang dilakukan oleh oknum PT Koba Tin,” ungkapnya.
Pihaknya curiga setelah mendapatkan informasi bahwa hasil penjualan ditransfer ke rekening oknum PT Koba Tin dengan nilai puluhan juta rupiah. Padahal, mekanisme pengambilan besi Koba Tin tersebut seharusnya melalui proses lelang, karena barang bukti itu merupakan barang milik negara.
“Kepada pihak penegak hukum untuk mengusut dan memproses laporan warga dengan kasus dugaan pencurian besi Koba Tin ini,” tukasnya.
Terpisah, Kapolsek Koba AKP. Andri Eko Setiawan mengatakan bahwa penangkapan truk bermuatan besi tersebut merupakan hasil patroli yang dilakukan anggota pada Senin di wilayah Kompleks Perkantoran Koba Tin. Setelah dilihat, truk itu diamankan dan dibawa ke Mapolsek Koba untuk pendalaman penyelidikan.
“Truk bermuatan potongan besi itu adalah hasil patroli anggota saya saat menyisir di wilayah perkantoran PT Koba Tin. Kemudian truk itu kita bawa ke Mapolsek,” ujarnya saat dikonfirmasi Rakyat Pos, Selasa (15/10/2019).
Dikatakan kapolsek, sampai saat ini belum ada warga yang membuat laporan terkait truk itu.
“Soal truk bermuatan besi ini masih kita dalami untuk mengetahui siapa pemiliknya. Apakah masih ada hubungannya dengan kegiatan pemotongan dan pengangkatan besi kapal keruk yang dilakukan Koba Tin saat ini,” katanya. (ran/1)

Related posts