Tren Gowes di Era New Normal

  • Whatsapp

Penulis: Agus Purnama
Pelaksana Pada Disbudpar Prov. Kep. Babel

Agus Purnama

Masih belum meredanya penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau (Covid-19) di berbagai negara di dunia, termasuk di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menyebabkan masih diberlakukannya berbagai batasan di semua bidang kehidupan umat manusia. Kegiatan olahraga yang sejatinya sebagai sarana menjaga kebugaran tubuh demi menunjang imunitas tubuh pun tak luput dari dampak pandemi Covid-19 yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok itu.

Keinginan masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas olahraga di luar ruangan sangat tinggi, meski wabah Coronavirus belum berakhir. Namun tuntutan agar tetap sehat, mengharuskan masyarakat baik di perkotaan hingga pelosok desa semakin banyak yang menggemari sepeda baik sebagai alat olahraga maupun sarana transportasi yang sangat ramah lingkungan.
Bahkan, Produsen sepeda mencatat lonjakan penjualan sepeda beberapa waktu terakhir di masa pandemi Covid-19. Minat masyarakat untuk bersepeda kembali terlihat di kota-kota besar. Fenomena ini, ternyata tidak diprediksi oleh pelaku usaha bidang sepeda. Mereka mengaku kaget, karena situasi ini, terjadi pada masa pandemi Covid-19, dimana kesulitan ekonomi sedang melanda masyarakat. “Dalam kondisi prihatin seperti ini, kita pun surprise. Nggak sangka sebenarnya, kebutuhannya kok jadi kaya gini, orang di rumah semua, nggak keluar. Kok malah gini,” kata Ketua Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI), Rudiyono, Selasa (16/6/2020).

Ia menambahkan, tuntutan masyarakat untuk hidup sehat itu lebih disadari, bersepeda kini sudah menjadi gaya hidup. Selain itu, faktor kecenderungan masyarakat untuk tidak menggunakan transportasi umum disinyalir juga demikian. Banyak masyarakat yang masih khawatir terinfeksi Covid-19 jika harus berkumpul dengan orang-orang tidak dikenal,” imbuhnya. (Ferry Sandi: 16 Juni 2020).
Pada masa pandemi Covid-19, bersepeda menjadi salah satu hobi yang kembali populer di 2020 ini. Berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan hingga orang tua pun mulai rajin bersepeda, terutama pada akhir pekan atau hari libur kerja atau libur nasional. Namun, tentunya tidak boleh sembarangan gowes, karena wabah Covid-19 ini belum usai. Pesepeda harus tetap mematuhi sejumlah protokol kesehatan agar terhindar dari penularan infeksi Coronavirus.

Baca Lainnya

Melihat fenomena tersebut, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Andika Raspati memberikan tips aman bersepeda di masa penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini. “Di era AKB tetap harus berlakukan jaga jarak, pakai masker dimana saja untuk menghindari droplet (percikan air liur), namun perlu diatur intensitas kecepatan gowesnya untuk mengatur nafas saat menggunakan masker, sementara face shield saja tidak dianjurkan dikarenakan masih ada celah untuk droplet,” ujar Andika, saat dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Di sisi lain, ia menambahkan, para pesepeda harus memperhatikan keselamatan dirinya sebelum bersepeda. ”Keamanan perlu diperhatikan. Menggunakan helm, menggunakan pencahayaan lampu atau pakaian yang bersinar untuk menandakan pengguna jalan lain. Selain itu, memastikan kondisi kesehatan dirinya dengan konsultasi ke dokter seberapa bugar anda, dan jika baru bersepeda jangan ikuti teman yang sudah terbiasa jarak jauh. Harus bertahap dan dibiasakan,” saran dia.
Lebih lanjut, Andika yang juga menjabat Kepala Bidang Medis di Federasi Balap Sepeda Indonesia, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) berpesan agar bersepeda untuk memenuhi kebutuhan saja. “Diharapkan penggunaan sepeda untuk sesuai kebutuhannya, tidak perlu berkumpul-kumpul, meskipun berkumpul tetap patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (covid19.go.id : 5 Juli 2020).

Perlu kita ketahui, bahwa aktivitas mengayuh pedal pada sepeda atau lazim disebut gowes, ini merupakan sebuah bentuk latihan tubuh. Bagi yang hobi bersepeda akan memiliki kebugaran tubuh yang baik, terutama bagi jantung dan paru-paru. Bersepeda juga dapat mencegah berbagai penyakit, obesitas dan tentunya menjaga imunitas tubuh. Disamping itu, dengan rutin bersepeda juga memberi efek menyegarkan pikiran. Tubuh juga menjadi semakin lebih sehat karena saat gowes sepeda, semua otot di tubuh ikut bergerak.
Namun sebelum ikuti tren ini, ada hal-hal yang sebaiknya dipersiapkan agar gowes berjalan lancar dan menyenangkan. Berikut ini 5 persiapan sebelum gowes di fase new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), yakni: Pertama, Mempersiapkan kondisi Sepeda, Jika pandemi membuat kamu kembali mengeluarkan sepeda yang sudah lama tidak dipakai dari dalam gudang, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah cek kondisinya. Sepeda yang sudah lama tidak dipakai akan mengalami beberapa kerusakan pada bagian-bagian tertentu. Jika langsung gowes, sepeda dengan kondisi seperti itu jelas sangat tidak nyaman. Bahkan, bisa jadi malah menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, sepeda harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Caranya, bisa dengan membawa sepeda ke bengkel untuk diperiksa dan diperbaiki.

Kedua, Mempersiapkan rute bersepeda. Sebelum berangkat, terlebih dahulu tentukan rute mana yang akan dilewati. Jika baru pertama kali gowes, maka lebih baik tentukan jarak tempuh yang tidak terlalu panjang. Pemilihan rute juga penting agar gowes nyaman dan aman. Sebaiknya pilih rute gowes yang tidak terlalu ramai kendaraan agar aman dan bebas polusi. Selain itu, pemilihan lokasi gowes yang sepi juga bermanfaat untuk menghindari tertularnya Covid-19; Ketiga, Isi energi sebelum gowes, Jika berencana untuk bersepeda, maka jangan biarkan perut kosong atau kondisi tubuh lemas karena belum makan. Maka dari itu, persiapkan fisik dengan menyantap makanan terlebih dahulu untuk mengisi energi. Karena gowes adalah aktivitas fisik, tentu saja butuh asupan energi. Meski demikian, jangan pula makan sesaat sebelum gowes, karena akan menyebabkan kram perut. Makanlah sekitar 1,5 sampai 2 jam sebelum mulai gowes.

Keempat, Menyiapkan barang bawaan khas new normal atau AKB, Gowes saat ini bukan berarti bisa dilakukan dengan sebebas-bebasnya seperti sedia kala. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti barang bawaan. Salah satu barang yang wajib dibawa adalah masker. Tak hanya wajib dibawa, masker juga wajib dipakai, terutama jika rute gowes dilalui orang lain. Jangan lupa membawa hand sanitizer untuk menjaga agar tangan tetap bersih, andai di tengah jalan menyentuh benda yang juga dipegang orang lain; Kelima, Jangan lupa Pemanasan. Sebelum berolahraga, termasuk gowes, pemanasan wajib dilakukan agar otot tubuh siap untuk melakukan aktivitas fisik. Jika melakukan pemanasan terlebih dahulu, gowes akan menjadi lebih nyaman dan tidak akan langsung capek. Pemanasan bisa dengan melakukan peregangan atau lari-lari kecil sekitar 10 menit sebelum mulai gowes. (Anggara Wikan Prasetya-Sheila Respati : 24 Juni 2020).

Semoga antusias masyarakat di tanah air (Indonesia) mengikuti tren gowes di era new norma yang bertujuan untuk menjaga kesehatan tetap aman dan tidak tertular atau menularkan Coronavirus yang tak kasat mata ini.
Ingat! saat gowes, selain harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, dan yang tak kalah pentingnya agar kita tidak celaka dan mencelakai orang lain di jalan raya, maka patuhilah aturan lalu lintas dan tentunya hargai sesama pengguna jalan.(***).

Related posts