Toko Ludes Terbakar, Afen Hanya Bisa Pasrah

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Peristiwa kebakaran yang diduga berasal dari rumah sekaligus warung nasi uduk “Mpok” di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Lontong Pancur, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang menyisakan kepedihan bagi pemilik toko sparepart sepeda motor, Afen.

Pasalnya, warga yang tinggal di Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka ini hanya bisa pasrah melihat toko beserta isinya ikut di lalap si jago merah pada Jumat (23/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Diakui Afen, dirinya tak berada di toko saat terjadinya kebakaran yang ikut melalap barang-barang yang ada di dalam tokonya. Toko pada saat itu, katanya, dijaga oleh putrinya dan beberapa orang pegawainya.

“Kebakaran ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, pas orang salat Jumat. Kebakarannya kan dari sebelah, saya juga gak tahu karena di Pangkalpinang. Anak saya yang jaga toko di sini,” tuturnya ditemui Rakyat Pos di lokasi kebakaran.

Pria berusia 60 tahun ini menduga kebakaran yang ikut melahap sparepart sepeda motor berupa ban dalam dan oli tersebut, disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik dari bangunan kios yang sebagian besar terbuat dari papan kayu.

“Tau-tau ada kebakaran. Masuknya dari lobang angin, mungkin dibawa angin. Kebakaran ini dari kios mebel dan kios nasi uduk, yang terbakar ban-ban dalam, oli. Cuma itu saja bai,” bebernya.

Dia mengaku tak bisa merinci besarnya kerugian materil yang diderita akibat kebakaran itu. “Ntah juga ya, sekitar puluhan juta lah. Sebenarnya saya rugi, tapi dak tau lah gimana nanti. Namanya juga musibah,” ungkapnya.

Sebelum kebakaran itu, lanjut Afen, dirinya tak punya firasat apapun dan tidak ada mimpi buruk. “Gak ada, gak mimpi. Saya kan ada di pasar, anak saya yang nunggu. Anak saya yang melihat orang di depan, orang dari jalan juga ngerik-ngerik (teriak-teriak-red) ada api, kebakaran di belakang,” ulasnya.

Afen sendiri tidak mengetahui persis asal muasal penyebab kebakaran itu. Yang jelas, kata Afen, tokonya sedang buka seperti hari-hari biasa. “Saya gak tahu pasti. Pokoknya, dari sebelah lah, antara nasi uduk dengan furniture itulah. Dak tahu pastinya dari mana,” tandas Afen sembari menambahkan bahwa tokonya tidak diasuransikan.

Sementara itu, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Kebakaran Kota Pangkalpinang, Susanto mengungkapkan pihaknya menerjunkan lima unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) dibantu dari mobil dari PT Timah dan PMI untuk memadamkan api.

“Kronologisnya, kita juga mendapat telepon dari masyarakat bahwa ada kebakaran dekat masjid di Pangkalbalam. Kita langsung bertindak dan menelpon posko yang terdekat adalah Pinang 1 di rumah dinas bapak wali kota. Pinang 1 juga langsung bergerak,” tuturnya ditemui di ruang kerjanya.

Saat di lokasi kejadian, diakui Susanto, pihaknya kesulitan untuk mengatasi kebakaran tersebut.
“Mereka minta bantuan, kita kirim lagi Posko Pinang Pura dan Posko Induk. Kita kirim dua karena kebakarannya semakin besar. Jadi, tiga posko itu bergerak semua, personelnya 35 orang yang kita kerahkan untuk melakukan pemadaman,” sebutnya.

Dari informasi yang dihimpun, kata Susanto, kebakaran diduga berawal dari korsleting listrik di kios mebel kursi jati milik Heri Susanto. Tiupan angin yang kencang dan asap tebal yang semakin membumbung tinggi menjalar ke kios penjual nasi uduk “Mpok” milik Karyati (33).

Selain itu, api juga turut melahap rumah toko sparepart sepeda motor milik Afen yang berada di sebelah dua kios yang terbuat dari papan ini. “Kalau kita lambat dalam penanganan seperti itu, akan berakibat fatal. Daerah ini padat penduduknya, rumahnya padat, lingkungannya padat dan berdekatan dengan masjid. Jadi, kita harus benar-benar bertindak cepat,” katanya.

Pria yang sudah bergelut dengan kebakaran selama 25 tahun ini menuturkan, api yang membesar baru berhasil dijinakkan oleh personelnya selama dua jam lebih.

“Itu juga setelah dinyatakan benar-bebar aman, kita lakukan pendinginan. Pendinginan itu adalah penyemprotan di semua areal lokasi kebakaran. Setelah pendinginan, kita tunggu sejenak apakah benar-benar dinyatakan aman,” terangnya sembari mengatakan, api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Mantan Camat Taman Sari ini turut mengimbau kepada masyarakat agar ikut berperan serta mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran, lantaran saat ini sudah memasuki puncak musim kemarau.

“Jangan membakar sembarangan, jangan membakar lahan sembarangan kalau membuka kebun, membuka lahan untuk kapling-kapling. Kalau bisa, jangan dibakarlah. Kemudian, jangan bakar sampah sembarangan, kalau meninggalkan rumah periksa semua listrik apakah sudah dimatikan. Hati-hati juga kalau kita ngidup lilin apabila listrik mati, ngidup racun nyamuk harus kita periksa semua dan meninggalkan rumah dalam keadaan aman,” pungkas Susanto. (bis/10)

Related posts