TNI-Polri di Belitung Siap Aman Pemilu 2019

  • Whatsapp
Prajurit TNI bersama Anggota Polri, menandu salah seorang Personil kepolisian yang menjadi korban kerusuhan terhadap Pemilu Pileg dan PilPres 2019. Ini terjadi dalam simulasi penanganan tindak pidana dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat menjelang Pileg dan Pilpres 2019 di halaman Mapolres Belitung, Senin (11/03/2019).(foto: dodi).

Ratusan Personil TNI-Polri Laksanakan Simulasi

TANJUNGPANDAN – Ratusan Personil TNI – Polri melaksanakan simulasi penanganan tindak pidana dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat menjelang Pileg dan Pilpres 2019 di halaman Mapolres Belitung, Senin (11/03/2019).

Operasi Gabungan yang disebut Tripatra ini, merupakan wujud kerjasama dan sinergi kekuatan TNI-Polri dalam menghadapi tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat untuk mewujudkan keamanan di wilayah Kabupaten Belitung.

Tripatra merupakan gabungan tiga kekuatan pamungkas penegak keamanan dalam menghadapi Pileg dan Pilpres serentak tahun 2019 yang terdiri dari fungsi Sabhara, Brimob dan TNI.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, kegiatan ini, merupakan bentuk kekuatan dan sinergitas TNI-Polri dalam upaya pengamanan Pileg dan Pilpres agar terciptanya pemilu yang damai, aman dan sejuk.

“Tripatra ini ada beberapa unsur yang terlibat, yaitu TNI-Polri, dimana dalam pengguanaan kekuatan dalam hal menangani kontengensi. Mudah-mudahan kita tidak mengalami hal kontengensi nanti, namun kita selalu mempersiapkan apabila terjadi kejadian tersebut,” kata Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana kepada Rakyat Pos, kemarin.

Menurutnya, saat ini, TNI-Polri di Kabupaten Belitung sudah sangat siap dalam menghadapi segala hal yang kemungkinan terjadi. Kekuatan Tripatra ini memang sudah di konsep dari pusat dan di daerah tinggal menjalankan sesuai dengan pedoman yang ada.

“Jadi Tripatra ini, memang sudah dikonsep dari pusat. Kita TNI-Polri di Kabupaten Belitung sudah siap, tinggal menjalankannya saja,” tegas Yudhis.

Selain sinergitas TNI-Polri, Yudhis berharap Kabupaten Belitung dapat memberikan wawasan terhadap personil yang akan melakukan simulasi ini, dengan didukungnya sarana SCan prasarana yang tersedia.

“Kami juga berharap Kabupaten Belitung dapat memberikan wawasan terhadap personil TNI-Polri yang akan melaksanakan kegiatan Tripatra ini, baik simulasi maupun apabila nanti ada kejadian mereka sudah siap. Baik secara personil maupun sarana dan prasarana yang ada,” ungkapnya.

Simulasi ini juga diharapkan bisa membangun rasa percaya masyarakat. Bahwa TNI-Polri di Kabupaten Belitung bisa memberikan rasa aman dan damai.

“Tujuan simulasi ini, agar dapat memberikan rasa kepercayaan terhadap masyarakat bahwa TNI-Polri Kabupaten Belitung siap mengamankan Pemilu 2019. Ini juga sebagai wujud bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Hal ini pun sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Dan di setiap kegiatan menjadi evaluasi untuk melengkapi kekurangan-kekurangan secara teknis disetiap tim.

“Ini sudah menjadi yang ketiga kalinya. Kita lakukan Evaluasi apa saja yang kurang. Tadi ada beberapa teknis yang perlu diperbaiki oleh tim dalmas awal dan dalmas lanjut. Terus terang, latihan itu harus countinue selain untuk mengasah keterampilan sehingga tidak lupa,” pungkasnya. (dod/3)

Related posts