TJKPD Temukan Harga Sapi di Atas HET

  • Whatsapp
Anggota Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ketika akan mengecek langsung kondisi Buah-buahan yang berada di dalam lemari pendingin di salah satu Pasar Modern di Pulau Belitung. (foto: istimewa).

HET Seharusnya 120 Ribu Per Kg
Pengawasan ke Pasar Pulau Belitung

TANJUNGPANDAN – Urusan pangan merupakan hal yang sensitive. Segala hal yang terkait dengan pangan akan menarik perhatian publik, baik dari sisi harga maupun keamanan pangannya. Hal itu menjadi perhatian Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) Babel, bersama Dinas Pangan, Perindag serta BPOM Belitung.

Bersama Polres Belitung Timur, TJKPD Babel, Rabu (28/05/2019) melakukan pengawasan ke sejumlah Pasar Modern dan Pasar Tradisional di Pulau Belitung.

Lokasi pengawasan yang dilakukan tim yaitu Pasar Tanjungpandan, Puncak Swalayan 2 Tanjungpandan, Babel Mart Jalan Sriwijaya Tanjungpandan, Pasar Manggar dan Puncak Swalayan Manggar, Asoka Manggar.

Dari Pengawasan ke sejumlah titik, Tim mendapati sejumlah temuan. Seperti di Pasar Tanjungpandan, Tim menemukan harga ayam yang dijual di atas harga HET dikisaran 35 ribu rupiah hingga 36 ribu rupiah. Selain itu, terdapat pedagang daging sapi yang menjual harga daging sapi dikisaran 135 ribu rupiah hingga 140 ribu rupiah.

Padahal HET yang merupakan hasil kesepakatan bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung seharusnya 120 ribu rupiah per kilogram.

Berikutnya, di Pasar Manggar, Tim menemukan Pedagang menjual bawang merah dan bawang putih di atas HET, dimana di pasar Manggar tersebut pedagang menjual bawang merah dikisaran harga 45 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah. Begitu juga dengan bawang putih para pedagang menjual bawang putih dengan harga 55 ribu rupiah.

Di Puncak Manggar, Tim juga menemukan show case tempat pemajangan buah yang merupakan lemari penyimpanan buah suhu yang seharusnya di bawah 10 derajat, namun pada saat dilakukan pengawasan tersebut, pengelola mengatur suhu pendingin 19 derajat, hal ini yang akan mengakibatkan cepat rusaknya buah ataupun busuk.

Pada kesempatan itu, Koordinator Tim, Dewi Indah Cahyanti mengatakan, pelaksanaan yang dilakukan Tim di 6 lokasi berjalan dengan lancar, dan dengan bantuan dari pihak terkait dalam pengawasan yang dilakukan.

“Pelaksanaan pengawasan hari ini, berjalan dengan lancar. Tim juga telah memberikan teguran kepada para pelaku usaha yang telah melanggar aturan,” ujar Dewi.

Dewi mengharapkan kepada seluruh pengelola pasar modern maupun pasar tradisional untuk dapat melakukan pengawasan dan pengendalian atas produk – produk yang diperjualbelikan, sehingga keamanan pangan dapat terjamin.
Ditambahkannya, masyarakat konsumen harus lebih teliti dan memberi kebutuhan pangan yang dibutuhkan. (Sentosa/3).

Related posts