Tips Menghadapi USBN SMA/SMK Sederajat

  • Whatsapp

Oleh: Wahyudi, S. Kom
Guru SMK Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat

Siswa SMA/SMK kelas XII terhitung hari Senin sampai 2 Minggu ke depan melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Mereka telah menyiapkan diri jauh-jauh hari untuk mengahadapi USBN tersebut. USBN ini merupakan salah satu penentu sekolah untuk meluluskan atau tidaknya siswa tersebut dari sekolah. Perlu dipahami oleh siswa-siswi SMA/SMK bahwa kelulusan ditentukan oleh pihak sekolah. Bukan hanya itu, dalam proses mata pelajaran dari jumlah semester harus dituntaskan oleh siswa. Jangan sampai ada salah satu mata pelajaran belum tuntas, sehingga bisa menghambat dalam proses kelulusan siswa nantinya.
Kebijakan USBN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Perbedaan ada pada proyeksi jumlah peserta dan jadwal ujian. Terkait dengan soal, untuk USBN ada soal Pilihan Ganda (PG) sebanyak 90 persen dan soal uraian sebanyak 10 persen. Komposisi soal di buat oleh pusat sebesar 20-25% dan selebih 75% soal dibuat oleh guru di satuan pendidikan yang dikonsolidasikan oleh MGMP/KKG daerah setempat. Tentunya dalam pembuatan soal mengacu pada kisi-kisi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, sehingga kesesuaian soal bisa benar-benar bagus dan berkualitas tinggi, yang sudah mengacu pada kesesuaian standar kurikulum yang ada.
Untuk melaksanakan USBN tersebut, penyelengara pendidikan harus mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. POS USBN yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN tahun 2019. Di POS USBN segala ketentuan sudah tertuangkan, baik pelaksanaan, waktu, maupun dalam pembuatan soal. Kisi-kisi soal yang dibuat merupakan acuan dalam pembuatan soal. Siswa dapat mempelajari kisi-kisi tersebut agar mempermudah dalam hal belajar untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi USBN tersebut. Pemberian kewenangan itu memang didasari atas konsep USBN sebagai kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP). Semua itu pemerintah atur agar tujuan Pendidikan Nasional dapat tercapai.
Sementara pihak sekolah wajib mempersiapkan kegiatan pemantapan kepada siswa melalui aktivitas pendalaman materi, Tryout, pengayaan, dan pelatihan tata cara ujian. Siswa juga dapat melaksanakan kesiapannya dengan mengikuti LES tambahan diluar jam sekolah. Mengerjakan soal-soal serta membentuk kelompok belajar bisa dilakukan juga oleh siswa. Mereka bisa bertukar pikiran biar lebih sinergi dalam mendapat pengetahuan. Cara ini dilakuan lebih efektif daripada belajar sendiri, karena cara belajar kelompok bisa memudahkan siswa belajar yang bisa menghadirkan proses pertukaran ide dan adanya kemungkinan diskusi dalam sudut pandang yang berbeda atas suatu persoalan tertentu dalam mempelajari mata pelajaran yang mau diujikan.
Bukan hanya itu, siswa juga harus menjaga kesehatan dalam menghadapi ujian. Agar kondisi tubuh fit dan tidak stres, siswa dapat melakukan dengan pola makan yang teratur, istirahat yang cukup, olahraga yang teratur, jangan jajan sembarangan, serta berfikir positif. Kalau tubuh sehat, maka pikiran pun menjadi tenang dan tak mudah terserang panyakit yang bisa menghambat ujian. Dengan kata lain, tubuh yang sehat terdapat otak yang cerdas, dimana tubuh yang sehat akan membuat kamu lebih prima dan fokus saat menjawab soal-soal ujian nantinya. Sebaliknya, pasti akan sangat merepotkan ketika kamu harus ujian dalam keadaan tubuh yang lemah alias dalam keadaan sakit.
Tidur tepat waktu adalah suatu hal yang disarankan dan dapat kamu lakukan untuk menjaga kesehatan menjelang USBN. Begadang atau tidur di luar jam tidur seharusnya memang sangat beresiko yang bisa memberikan efek buruk pada tubuh. Apalagi siswa sering begadang hanya untuk belajar sepanjang malam demi mencapai target. Hal tersebut malah akan membuat kamu menjadi sakit, stres, dan membuat lebih buruk keadaan tubuh. Untuk itu, sebisa mungkin menyediakan waktu tidur yang cukup sebelum menghadapi ujian, selain belajar. Usahakanlah untuk belajar di bawah jam tidur. Cara tersebut akan menjadi metode yang lebih baik ketimbang selalu belajar terlalu ralut malam.
Terkadang siswa terlalu fokus menghadapi ujian sampai-sampai justru menarik diri dari semua kehidupan diluar rumah. Alih-alih menarik diri dari lingkungan karena terlalu pusing memikirkan ujian, ada baiknya bisa mencoba tenangkan diri dan pikiran sesekali waktu, tapi bukan berarti siswa tersebut menjadi terlalu santai. Yakinkan pada diri sendiri bahwa bisa melaksanakan USBN dan bukan merupakan sesuatu yang menakutkan. Kalau pikiran tenang, kamu akan lebih mudah memahami materi dan tidak mudah panik saat melaksanakan ujian.
Dalam pelaksanaan ujian, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghadapi USBN SMA/SMK Sederajat antara lain: siapkan terlebih dahulu perlengkapan yang dibutuhkan dalam ujian, usahakan jangan terlambat masuk ruangan ujian, selalu berdo’a setiap mengawali kegiatan, tenangkan diri serta percaya diri bahwa bisa melaksanakan ujian yang bisa membuat tegang dalam mengisi jawaban dari soal-soal ujian, hati-hati dalam menjawab soal, jangan terburu-buru serta pastikan semua soal telah terjawab dengan teliti dan benar.
Kalau semua prosedur sudah dilakukan dengan baik, yakin bahwa dengan segala usaha dilakukan, maka usaha tersebut tidak akan membohongi hasil yang akan dicapai. Sukses USBN demi tercapainya tujuan Pendidikan Nasional.(***).

Related posts