by

Tinjau KEK, Menpar Ingatkan Penuhi Persyaratan

Yakinlah Pariwisata Babel akan Lebih Maju

Pangkalpinang – Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, mengingatkan agar pengusung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Gunung maupun Sungailiat, untuk bisa memenuhi 14 persyaratan yang diharuskan untuk menjadi KEK pariwisata.

Hal ini ditegaskan Arief, disela tinjauannya ke KEK Tanjung Gunung, di Pantai Pan Semujur, Desa Tanjung Gunung, Jumat (13/4/2018). Seperti KEK Tanjung Kelayang, yang disetujui setelah tiga bulan diusulkan, dua KEK ini pun diharapkan bisa ditetapkan sebagai KEK pariwisata setelah tiga bulan.

“Seperti KEK di Tanjung Kelayang tiga bulan ditetapkan sejak pengajuan dengan 14 persyaratan, ini sama juga mudah-mudahan tiga bulan bisa selesaikan,” kata Arief, kepada sejumlah wartawan.

Selain KEK di Pulau Bangka, ia menyebutkan, kementerian dan Dewan KEK Nasional juga akan memproses KEK di Singosari, Jatim, agar bisa paralel ditetapkan.

Ia menyebutkan, banyak kemudahan dan keuntungan dengan ditetapkan sebagai KEK, salah satunya adalah akan mudah infrastruktur dan perizinan, karena dibantu pusat.

“Untuk dua KEK di Bangka ini sedang diajukan ke dewan kek Nasional nanti ke Menko perekonomian, kementerian teknis nanti (pariwisata) memberikan rekomendasi, umumnya kalau sudah ada rekomendasi Kemenpar itu sudah separo jalan sudah dilolos,” ulasnya.

Mantan CEO PT. Telekomunikasi Indonesia ini menyebutkan, yang agak lama dalam pengurusan KEK adalah amdal, tetapi hal ini kata dia bisa diparalel seiring pengusulan dan penetapan.

Bagi daerah yang sudah ditetapkan sebagai KEK pariwisata, setiap bulan harus melaporkan progres perkembangan ke kementerian pariwisata, untuk dilakukan monitoring dan evaluasi.

Ia menambahkan, sudah berkirim surat ke Gubernur se-Indonesia, untuk mengajukan KEK, karena ini daerah bisa terbantu untuk meningkatkan ekonomi pariwisata, meskipun diakuinya untuk mendapatkan izin KEK tidaklah mudah.

“Kami menargetkan 100 KEK di Indonesia, memang mendapatkan izin KEK tidak mudah, tapi akan lebih tidak mudah kalau gak punya KEK,” tegasnya.

Pemerintah pusat akan komitment membangun infrastruktur dasar, seperti Internasional airport pasti dengan mudah disetujui, jalan dikasi, air difasilitasi, dan lainnya.

“Dua keuntungan besar kita punya KEK, satu fasilitas fiskal, kemudian non fiskal,” pungkasnya.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman optimis, pada tahun ini dua KEK di Pulau Bangka yang diusulkan bisa ditetapkan menjadi Kawasan strategis nasional.

“Pariwisata harus kita endors munculkan terus karena pariwisata sangat berkelanjutan, bukan mau berarti kita kesamping tambang, tapi secara bertahap tambang aktifitas menurun yang lain dikembangkan,” sebutnya.

Ia mengajak semua pihak bisa mendukung perkembangan sektor pariwisata ini.

“Yakinlah dengan pariwisata Babel akan lebih maju, dan dengan kunjungan pak Menteri, akan mempercepat rencana usulan KEK kita ditetapkan,” tutupnya.

Pengelola KEK Tanjung Gunung, Johan Riduan Hasan mengatakan dengan kedatangan Menteri bisa memicu semangat untuk terus mengembangkan pariwisata.

“Kawasan ini juga sering disebut OBOR (One Belt One Road). Dimana dengan adanya KEK Tanjung Gunung ini kita bisa menarik Wisatawan asing yang melintas mengunakan kapal pesiar tersebut singgah satu atau dua malam,” harapnya.

Ia mengungkapkan kawasan pariwisata ini juga menyediakan fasilitas komersial, mulai dari MICE dan Mall sampai Craft Market yang menjual cenderamata dan kerajinan lokal yang dihasilkan oleh penduduk setempat.

“Kombinasi dari berbagai produk pengembangan yang bervariasi diharapkan dapat menarik wisatawan baik Internasional maupun domestik. Karena MICE dan Mall yang dapat menjadi area komersial dan sebagai tempat diadakannya event-event budaya maupun pemerintahan,” terangnya.

Djohan menambahkan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan fasilitas yang di bangun baru sekitar 50% dari 385 hektar, yang diantaranya termasuk pengembangan tujuh pulau kecil di sekitar kawasan yang langsung terhubung dengan laut China Selatan.(nov/3)

Comment

BERITA TERBARU