Tindakan Reflektif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

  • Whatsapp
Agus Herdian, S,Kom
Guru SMK Negeri 1 Parittiga Bangka Barat, Babel

Merebaknya pandemi Coronavirus 2019 (Covid-19) membuat pemerintah khususnya Dinas Pendidikan mengambil kebijakan untuk meliburkan atau melangsungkan pembelajaran di rumah. Agar pembelajaran tetap berlangsung dan materi tersampaikan, setiap  guru lalu membuat model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan sistem belajar tanpa tatap muka. Karena tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka dan guru juga mengajar dari rumah, ada baiknya waktu luang digunakan juga untuk membuat refleksi guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sesuai dengan yang diisyaratkan dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik, bahwa pendidik harus melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Konsep tersebut dapat diartikan bahwa refleksi adalah sebuah proses menelalah kembali pengalaman dengan cara mendeskripsikan, menganalisis, mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan. Refleksi pembelajaran mensyaratkan seorang guru dapat melakukan kontemplasi pembelajaran yang telah diberikan dan menjadi bahan rujukan bagian unjuk kerja profesional untuk meningkatkan kompetensi sebagai seorang pendidik.

Sebagai kegiatan terakhir dari pelaksanaan pembelajaran, refleksi merupakan cara mengevaluasi  berhasil tidaknya rencana pelaksanaan pembelajaran. Pada kegiatan refleksi ini pula guru dapat menentukan tindak lanjut yang harus dilakukan. Melaui proses refleksi, seorang guru akan terbantu untuk  menemukan metode terbaik dalam proses belajar mengajar. Di samping itu, guru menjadi lebih mudah ketika mengeksplorasi dan memaksimalkan potensi peserta didik karena telah memperoleh jawaban dari permasalahan yang ada.

Idealnya seorang guru wajib melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan di kelas. Hasil refleksi ini lalu dimanfaatkan perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu. Apalagi mengingat waktu luang yang demikian banyak, kita dapat mencoba membuat dan memperkaya refleksi tersebut, sehingga diperoleh berbagai literasi yang akan berguna bagi peserta didik. Melaui refleksi inilah guru dituntut untuk bersikap jujur, apakah penyampaiannya terhadap materi pembelajaran sudah berkenan dihadapan peserta didik. Apakah cara mengajar sudah membantu peserta didik untuk memperoleh  kompetensi yang diinginkan? Refleksi ini adalah sarana untuk guru mengevaluasi diri agar tidak cepat puas terhadap proses pembelajaran yang sudah dilakukan.

Baca Lainnya

Related posts