Timgab Temukan Kecap Beralkohol 9 Persen

  • Whatsapp
KECAP BERALKOHOL – Kecap mengandung alkohol 9 persen yang ditemukan timgab di salah satu supermarket di kota Sungailiat, Selasa (21/5/2019). (foto: Zuesty)

Ada Makanan dan Minuman Kadaluarsa
Tarik Produk dari Peredaran

SUNGAILIAT – Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, Polres Bangka, Dinas Pangan Kabupaten Bangka, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka dan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka, menemukan adanya makanan dan minuman kadaluarsa dari beberapa tempat perbelanjaan di Kecamatan Sungailiat dan Pemali.
“Betul kami hari ini bersama tim gabungan turun ke lapangan memeriksa toko yang menjual makanan dan minuman,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka, Daylan Amrie diwakili Kabid Penegakkan Perundang-undangan, Achmad Suherman di Sungailiat, Selasa (21/5/2019).
“Dari pemeriksaan itu ditemukan makanan dan minuman kadaluarsa, langsung diminta untuk ditarik dari peredaran atau display penjualan,” ujarnya.
Menurutnya, selain menemukan makanan dan minuman kadaluarsa, juga ditemukan makanan yang masih dijual dalam kondisi kemasan yang rusak serta makanan tidak halal yang didagangkan bersamaan dengan makanan halal.
Dikatakannya, tidak hanya itu tim gabungan juga menemukan salah satu produk kecap yang mengandung alkohol sebesar 9 persen, sehingga produk ini langsung diminta tarik dari penjualan.
“Makanan dan minuman yang kami anggap tidak wajar, diminta ditarik dari display,” jelas Suherman.
“Kegiatan ini baru sebatas imbauan saja, jika masih tetap membandel maka akan diambil tindakan tegas,” paparnya.
Ia menambahkan pihaknya juga menemukan banyak produk rumahan yang belum mencantumkan nomor produksi rumah tangga (PRT) dan batas kadaluarsa makanan yang diperdagangkan.
“Kami sangat berterimakasih kepada supermarket yang mau menjual produk rumahan ini, tapi kami imbau kepada pemilik produk rumah untuk mencantumkan PRT dan batas kadaluarsanya supaya aman dikonsumsi masyarakat,” pungkas Suherman. (2nd/6)

Related posts