by

Tim RSUD Bateng Bantah Mal Praktek

-NEWS-433 views
ALAMI PENDARAHAN – Tim RSUD mengunjungi Raihan Karomi (7) yang masih mengalami pendarahaan usai dilakukan khitanan. Tampak Kabid Pelayanan RSUD Bateng, Aries Noordiansyah didampingi orang tua Raihan, Sandi dan Tim RSUD Bateng kepada wartawan, Rabu (11/7/2018). (foto: Tamimi)

Soal Anak Alami Pendarahan Usai Dikhitan
Kunjungi Kediaman Raihan Karomi
Sampaikan Permohonan Maaf
Akui Ada Pungli Terhadap Pasien

KOBA – Tim RSUD Bangka Tengah mengunjungi kediaman Sandi (36) orang tua Raihan Karomi 7 Tahun warga Kampung Tengah, Koba Kabupaten Bangka Tengah yang mengalami pendarahan saat melakukan khitanan beberapa waktu lalu.
Kedatangan Tim RSUD Bateng tersebut menindaklanjuti keluhan orang tua atas anaknya bernama Raihan Karomi (7) usai melihat alat kelamin anaknya mengalami pendarahan.
“Kedatangan kami dari pihak RSUD mewakili Direktur yang kebetulan sedang ada tugas luar, maka kami datang kesini untuk silaturrahim dengan orang tua anak yang dikhitan karena dengan ada berita yang viral ini bagi kami RSUD tidak nyaman. Makanya kami datang silaturrahim melihat kondisinya bagaimana secara mental psikisnya bagaimana dan kami ingin meluruskannya agar tidak terjadi kesalah pahaman. Kami dari RSUD ingin memohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, sehingga menyebabkan ketidaknyaman bagi kita semuanya,” ujar Kabid Pelayanan RSUD Bateng, Aries Noordiansyah didampingi orang tua Raihan, Sandi dan Tim RSUD Bateng kepada wartawan, Rabu (11/7/2018).
Ia membantah adanya dugaan mal praktek terhadap proses khitanan dan penyunatan Raihan (7) sudah benar sesuai tehnik khitan yang benar.
“Apa yang telah kami lihat dan periksa tidak ditemukan adanya kelamin anak ini terpotong dibagian kepalanya. Jadi kami klarifikasi tidak ada yang terpotong, itu yang terlihat digambar itu hanya bekas luka dari pelengketan kulit dari alat kelamin anak itu jadi sebenarnya bukan dinyatakan mal praktek,” ucapnya.
Dijelaskannya, pendarahan yang terjadi pada Raihan Karomi disebabkan terbukanya jahitan pada pembuluh darah anak itu.
“Untuk pendarahan itu dikarenakan adanya terbuka salah satu jahitan pada alat kelaminnya dan untuk alat kelamin anak itu tidak ada yang terpotong hanya dikarenakan kulit dalam kelamin anak ini terlalu tebal jadi menyebabkan lengket dibagian ujung kelaminnya dan itu tidak terpotong sama sekali,” terangnya.
*Pungli Diluar Retribusi
Ketika dilonfirmasi soal retribusi, Aries tidak menampik adanya pungutan liar (Pungli) uang terhadap pasien tersebut dan pihak RSUD Bateng akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan PP 53.
“Benar adanya maka komitmen kami dari Rumah Sakit wajib untuk mengembalikan uang itu karena sudah kita wanti-wanti tidak boleh mengambil pungutan diluar retribusi. Nah tindakan tegas ini, kami lakukan juga sebagai peringatan kepada teman-teman lain kepada petugas-petugas lain tidak boleh melakukan hal seperti itu,” ujarnya.
“Sanksi yang akan kita berikan sesuai PP 53 tentang disiplin pegawai, saya kira jelas sekali aturannya dari mulai teguran, SP 1 sampai sanksi-sanksi yang sesuai dengan tingkat berat yang dilakukan ASN itu,” tambahnya.
Aries sangat berterima kasih atas kejadian tersebut sebagai bahan introspeksi diri dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan RSUD Bateng yang tentunya untuk menjadikan RSUD Bateng lebih baik kedepannya.
“Kami sangat berterima kasih atas kejadian ini bukan berarti kita malu atau tertekan dengan adanya berita itu. Tapi itu salah satu introspeksi atau penilaian bagi kami Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan Rumah Sakit yang baik,” tukasnya. (ran/6)

Comment

BERITA TERBARU