by

Tim Kejati Geledah Kantor Lurah dan Camat

Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejati Babel ketika menggeledah salah satu kantor, sehubungan dugaan korupsi penjualan lahan yang diklaim RTH, kemarin. Rumah mantan Lurah Selindung, juga digeledah. (Foto: Ist/Bambang Irawan)

Rumah Mantan Lurah Ikut Digeledah
Amankan Lima Bundel Dokumen

PANGKALPINANG – Tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) dan Intelijen Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel) yang tergabung dalam Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi, Rabu (08/08/2018) pagi menggeledah tiga tempat, sehubungan dengan dugaan korupsi penjualan lahan diklaim Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang. Tiga tempat yang digeledah itu yakni Kantor Camat Gabek, Kantor Lurah Selindung dan rumah mantan Lurah Selindung, Effendi.
Dalam pantauan wartawan harian ini, penggeledahan pertama kali dilakukan tim Kejati yang dipimpin Kasi Penyidikan Wilman Ernaldy di rumah pribadi mantan Lurah Selindung, Effendi M Ali. Penggeledahan berlanjut ke Kantor Lurah Selindung dan terakhir di Kantor Camat Gabek.
Alhasil, sebanyak lima bundel dokumen berhasil diamankan oleh pihak Kejati dan yang terbanyak dari Kantor Kecamatan Gabek.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Babel, Roy Arland membenarkan adanya penggeledahan di beberapa tempat terkait kasus dijualnya lahan diduga RTH ini.
“Memang benar, pada hari ini (kemarin-red) sekitar pukul 10.00 WIB, tim Pidsus didampingi tim Intel melakukan penggeledahan terkait kasus RTH ini. Kami juga mengamankan sebanyak dua kardus atau lima bundel dokumen terkait kasus ini,” ungkapnya kepada wartawan, usai penggeledahan.
Menurutnya, penggeledahan oleh tim tersebut turut disaksikan Ketua RT setempat, mantan Lurah Selindung sebagai pemilik rumah pribadi dan pihak lain.
“Yang bersangkutan (Efendi), juga menyaksikan penggeledahan ini. Dia kini statusnya masih sebagai saksi,” katanya.
Ditanya, bagian ruangan mana saja yang digeledah, Roy mengungkapkan, semua ruangan tak satupun luput dalam penggeledahan petugas.
“Nanti, berkas yang telah kita amankan akan kita pilah lagi. Pokoknya semua ruangan kita geledah,” bebernya.
Informasi yang dihimpun Rakyat Pos, sebanyak 15 dokumen surat jual beli lahan telah dikeluarkan oleh pihak Kecamatan Gabek yang saat itu Camat dijabat oleh Suwito. Beberapa pejabat di Pemerintahan Kota Pangkalpinang yang dulunya mantan perangkat Kelurahan Selindung, sudah menjalani pemeriksaan.
Selain itu Suwito mantan Camat Gabek yang sekarang menjabat Camat Pangkalbalam telah diperiksa pula. Efendi mantan Lurah Selindung, Ikwanto bagian Tata Ruang Dinas PU Pangkalpinang dan Akhmad Rivai selaku Kadis Pariwisata Babel pun sudah diperiksa. Diketahui, Akhmad Rivai salah satu pejabat yang diduga membeli lahan tersebut.
Dulu, lahan yang berlokasi di Jerambah Gantung ini masuk dalam wilayah Kelurahan Selindung. Namun seiring dengan pemekaran kecamatan dan kelurahan di Kota Pangkalpinang, lahan bernama Pulau Baruk seluas 23,2 hektar itu, masuk wilayah Kelurahan Kerabut. (bis/1)

Comment

BERITA TERBARU