Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Tim Buser Naga Ciduk Dua Perampok Nasabah Bank Lintas Provinsi

Caption: Salah satu pelaku saat diamankan Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang (Foto Untung Novrianto)
Caption: Salah satu pelaku saat diamankan Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang (Foto Untung Novrianto)

Pelaku Dihadiahi Timah Panas

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG--- Dua pelaku spesialis rampok nasabah bank, diringkus Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang, Selasa (2/3/2021).

Butuh waktu 9 jam Tim Buser Naga melakukan pengintai terhadap kedua pelaku yang kerap membuat resah nasabah bank di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya.

Bahkan, untuk melakukan pengejaran tim buser di bagi dua tim, dimana tim 1 dipimpin Kanit Buser Aipda Rudi Kiai dan Tim 2 dipimpin KBO Sat Reskrim Polres Pangkalpinang Ipda Imam Setiawan.

"Subuh ini saya mendapat informasi bahwa dua pelaku curas dari asal Kayu Agung datang ke Pangkalpinang, untuk melakukan eksekusi terhadap nasabah bank, jangan sampai mereka sempat beraksi, tim saya bagi menjadi 2,"jelas Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra saat memberikan arahan kepada anggota buser.

Untuk mempersempit ruang gerak target, tim pertama melakukan pengintaian di kos-kosan wilayah Kacang Pedang dan tim kedua berada di kos-kosan wilayah Bukit Merapin.

Tim Buser sempat kehilangan jejak, namun diperoleh informasi bahwa kedua pelaku yang menggunakan motor Yamaha MX King ini sudah berada di Jalan Depati Hamzah, Semabung Lama.

Mendapat Informasi tersebut, tim mempersempit area pengintaian dengan menempatkan anggota di sekitar wilayah Semabung Lama.

Kerja keras tim buser membuahkan hasil, sekitar pukul 15.00 Wib pelaku yang sedang mengintai calon korban dari halaman restoran cepat saji Metro Chiken, berhasil di tangkap.

Pelaku bernama Alex Chandra (28) warga Cinta Raya, Kayu Agung, Sumsel dan Ari Sanjaya (33) Warga Beji, Depok, Jawa Barat.

Pada saat hendak ditangkap, kedua pelaku diketahui hendak beraksi merampok salah satu nasabah bank, yang sedang berbelanja di Alfamart  Sembung Lama, kedua pelaku sengaja mengintai calon korban dari Metro Chiken, untuk mempermudah aksinya.

Saat ditangkap, kedua pelaku bersikeras tidak mengaku telah melakukan kejahatan, begitu juga saat ditunjukan rekaman CCTV pelaku masih tetap tidak mengaku.

Setelah, dilakukan interogasi serta mencocokan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk merampok, barulah pelaku mengakui perbuatannya.

Kedua komplotan ini mengaku merampok nasabah bank berdasarkan laporan polisi pada tanggal 10 September 2021 dengan total kerugian Rp 115 juta ,selanjutnya 8 Januari 2021 dengan total kerugian Rp 168 juta, dan 8 Februari 2021 dengan kerugian Rp 45.150.000 juta

Tim Buser Naga harus bertindak tegas dan terukur dengan menghadiahi kedua pelaku dengan timah panas pada bagian betis pelaku.

Tindakan tegas dan terukur, diambil petugas lantaran pelaku hendak kabur saat diminta menujukkan tas sebagai barang bukti yang di buang pelaku di jembatan, Kacang Pedang.

Berhasil menciduk pelaku, tim buser melakukan penggeledahan di kosan pelaku di kawasan Kacang Pedang, di dalam kamar kosan ditemukan barang bukti diantaranya barang-barang milik korban.

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, saat di konfirmasi bersyukur atas ungkap kasus yang menjadi pekerjaan rumah Polres Pangkalpinang.

"Alhamdulillah kasus-kasus besar yang selama ini menjadi PR Polres Pangkalpinang  semua semua terungkap dari kasus pembunuhan , kompolotan curanmor dan terakhir komplotan pencurian nasabah bank," kata Kasat Reskrim, Rabu (3/3/2021)

Dijelaskan Adi Putra, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku, termasuk kemungkinan adanya TKP (TKP) yang lainnya, juga mendalami modus pelaku.

"Masih di kembangkan keterlibatan pelaku di TKP lainya, untuk modusnya memanfaatkan kelengahan korban pada saat mengambil uang di Bank serta pelaku berpura-pura menukarkan sejumlah uang di bank, juga kami temukan kunci T yang digunakan pelaku untuk membongkar jok motor," tutup Kasat Reskrim.

Dari penangkapan kedua pelaku, ditemukan barang bukti diantaranya uang pecahan Rp 10 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu, yang menurut pelaku di dapat dari hasil Penukaran uang di bank.

Barang buktinya lainya, meliputi sepeda motor MX King, ATM milik pelaku, Kunci T, HP, tans ransel warna merah, KTP pelaku dan barang bukti lainnya.(unt/7).

 

 

 

Diatas Footer
Light Dark