Tiket Pesawat Tembus Rp1,1 Juta

  • Whatsapp

Arus Balik Mudik Lebaran
9000 Penumpang di Muntok
119.181 Penumpang di Bandara

Pangkalpinang – Puncak arus balik pascamudik Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah yang terjadi kemarin, Minggu (2/7/2017) tampak padat di beberapa titik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Ramainya arus balik ini, juga menyebabkan harga tiket pesawat dari Bandara Depati Amir Bangka tujuan Jakarta melonjak tinggi hingga mencapai Rp1.159.700,00.
Bahkan data yang diperoleh Rakyat Pos dari beberapa situs tiket online, untuk penerbangan hari ini, Senin (3/7/2017) hanya tersisa dua maskapai yakni Nam Air dan Sriwijaya Air. Dengan harga tiket melebihi satu juta rupiah, Nam Air tinggal menyisakan penerbangan pada pukul 06.45 WIB dan Sriwijaya Air dengan jadwal penerbangan pukul 20.10 WIB.
Beda halnya dengan tujuan sebaliknya atau rute Jakarta ke Bandara Depati Amir. Dalam pemantauan di situs tiket online, harga tiket dibawah Rp1 juta dan masih terdapat 13 kali penerbangan untuk jadwal keberangkatan hari ini ke Bangka. Garuda misalnya dipatok dengan harga Rp715.846, Sriwijaya Air tertinggi Rp566.700, Nam Air Rp490.300, Citilink Rp636 ribu, dan Lion Air Rp536.200.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, Sarjulianto ketika dihubungi wartawan, Minggu (2/7/2017) mengatakan untuk di Bandara Depati Amir penumpang mudik dan balik mengalami kenaikan sebesar 5-6 persen. Meski ada kenaikan penumpang, namun jumlah penerbangan menurutnya menurun diangka 0,3 persen.
“Jumlah penerbangan tahun ini dari H-10 sampai H+5 dengan penumpang 119.181 orang, itu ada 826 penerbangan. Tahun 2016 sebanyak 829 penerbangan, tapi jumlah penumpang 112.069 orang. Ini artinya penerbangannya lebih efektif,” kata Sarju.
Sedangkan di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat jumlah pemudik yang menggunakan kapal laut tembus 9000 penumpang dengan 2.000 kendaraan menuju Tanjung Api-api Provinsi Sumatera Selatan, maupun sebaliknya.
“Sampai hari ini jumlah penumpang 9000 an, kendaraan sekitar 2000,” imbuhnya.
Sarju mengatakan, jika dibandingkan tahun 2016 silam, arus balik penumpang sudah mengalami peningkatan sebesar 64 persen. Hal ini terjadi di pelabuhan, khususnya Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok.
“Arus balik sampai dengan H+6, kalau dibandingkan 2016 itu penumpang naik 64 persen. Kendaraan roda dua naik 16 persen, kalau roda empat belum semuanya, ini masih data sementara, data pastinya akan segera kita dapatkan,” terangnya.
Untuk arus balik lebaran ini, Sarju memprediksi akan terus terjadi hingga anak-anak masuk sekolah mendatang.
“Arus balik sekarang ini di Tanjung Kalian masih terkendali, karena jumlah penumpang dengan angkutan yang disiapkan rasionya masih cukup meski hari ini (kemarin-red) pucaknya, kita sudah siapkan bus di sana dan petugas juga siaga,” tukasnya.
Ia memaparkan, dari Pelabuhan Tanjung Kalian ke Tanjung Api-Api, pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua naik sekitar 43 persen. Sementara untuk penumpang yang tidak menggunakan kendaraan naik 161 persen, dan penumpang di atas kendaraan naik 29 persen.
“Roda empat naik 26 persen. Lonjakan penumpang ini karena beberapa faktor. Diantaranya ialah jarak tempuh (kapal roro Tanjung Kalian-Tanjung Api-api) lebih pendek hanya 4 jam. Liburan tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Kalau dulu masih di Bom Baru masih 12 jam. Karena memang mungkin yang pulang banyak keluarga jadi lebih efektif pakai mobil. Mudik tahun ini lebih tertib, merata dan aman meski ada antrian panjang tidak ada keributan,” bebernya. (nov/1)

Related posts