Tiga Resedivis Pencurian Didorr

  • Whatsapp
Residivis kasus pencurian yang terlibat aksi di SMK 1 Tanjungpandan, diperiksa penyidik Satreskrim Polres Belitung. (Foto: Dodi Iskandar)

TANJUNGPANDAN – Tiga orang residivis yang terlibat dalam kasus pencurian belasan laptop di SMK Negeri 1 Tanjungpandan Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditembak polisi pekan lalu.  Selain aksi di SMK 1, ketiganya dikaitkan dengan pencurian sebuah tas berisi uang di distro Jalan Telex Tanjungpandan.

Inisial tiga pelaku yakni LA (31) asal Kabupaten Bangka Barat, SW (23) warga Jalan Pak Tahau, Tanjungpandan, dan RP (20) pria asal Jalan Pemuda Air Raya, Tanjungpandan. Mereka ditembak dibagian kaki oleh petugas lantaran diduga hendak melarikan diri dan melawan ketika dilakukan penangkapan.

Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa mengatakan, awalnya polisi mendapat laporan dari pihak SMK 1 hari Senin (2/3/2020) lalu. Mendapat laporan tersebut pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP disimpulkan telah terjadi tindak pidana pencurian. Pelaku pencurian tersebut masuk ke sekolahan dengan cara mencongkel, di bagian pintu salah satu ruangan yang berisikan belasan laptop.

Baca Lainnya

“Setelah itu kami melakukan penyelidikan. Seperti memeriksa keterangan saksi-saksi dan mencari keberadaan pelaku,” kata AKP Erwan, kepada Rakyat Pos, Senin (9/3/2020).

Pada saat pihak kepolisian melakukan pencarian, Sabtu (7/3/2020) akhir pekan lalu, Polres Belitung mendengar adanya kasus pencurian di Distro Tas yang ada di Jalan Telex sekitar pukul 14.00 WIB. Pihak Polres Belitung dan Polsek Tanjungpandan langsung melakukan penyelidikan.

Hanya butuh waktu beberapa jam, akhirnya polisi berhasil menangkap LA di Jalan Mualim. Setelah mengamankan LA, polisi melakukan pengembangan dan didapati dua pelaku lain yakni RP serta SW.

“Awalnya kita interogasi masalah kasus pencurian yang di toko tas. Setelah itu dari hasil penyidikan terungkap fakta baru. Selain mencuri di toko tas, mereka juga melakukan pencurian laptop di SMK,” ungkapnya.

Selain tiga pelaku tersebut, polisi juga sekarang memburu otak utama dalam aksi kejahatan di Belitung. Dia adalah DI (35) pria asal Pagar Alam, Sumatera Selatan. Diduga orang tersebut berada di Pulau Bangka.

“Alhamdulilah pelaku sudah diamankan. Saat ini masih di Bangka menuju ke Belitung. Namun kendala ombak, pelaku belum bisa kita bawa. Rencananya Rabu besok kita akan menggelar konferensi pers,” jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma Saputra mengatakan, untuk yang di polsek, jajarannya hanya mengungkap kasus pencurian disalah satu distro di Jalan Telex.

Untuk pelakunya ada dua orang. Yakni RP dan LA. Keduanya juga terlibat kasus pencurian laptop yang ditanggani Jajaran Satreskrim Polres Belitung. Dijelaskan Made, dalam kasus pencurian ini mereka memiliki peran yang berbeda.

“Saat itu LA masuk ke dalam toko. Dia pura-pura mencari tas. Pada saat korban lengah dan melayani pembeli, LA langsung mengambil tas yang berisikkan uang sekitar Rp2 juta dan smartphone,” katanya.

Usai mendapatkan barang tersebut, LA langsung keluar dan dijemput oleh RP yang menunggu diluar. Setelah itu. Keduanya pergi dengan menggunakan kendaraan bermotor. “Pelaku sudah diamankan dan kita lakukan penyidikan,” pungkasnya.

Sementara itu LA tak menampik apa yang dipaparkan pihak kepolisian. Dia melakukan perbuatan tersebut lantaran desakan ekonomi. Eks resedivis kasus pencurian ini nekat berbuat jahat lantaran tak punya pekerjaan.
“Saya melakukan pencurian karena tidak bekerja,” kata LA diiyakan oleh RP. (dod/6)

Related posts