Tiga Pembobol Eks Smelter Diciduk

  • Whatsapp

Mencuri Besi dan Slag Timah

PANGKALPINANG – Kawanan pencuri eks atau bekas pabrik peleburan (smelter) timah, berhasil diringkus anggota Buser Satuan Reskrim Polres Pangkalpinang, Jumat (25/10/2019) malam. Ketiga pelaku tidak berkutik saat disergap di Jalan Bandara, Gang Dahlia, Kelurahan Semabung Baru, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

Tiga pelaku yakni Dedi Junaidi (34) dan Aman alias Penyek (21) warga Cirebon, Jawa Barat serta Novian Andri alias Boy (41) warga Kelurahan Kenanga, Kabupaten Bangka ini, diciduk polisi yang dipimpin Kanit Buser Aiptu Mardi Bule, setelah diketahui mencuri besi dan slag timah pada Rabu 23 Oktober 2019 lalu di eks smelter di Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
Polisi mencurgai kawanan pelaku ini lebih dari satu kali melakukan pencurian di tempat yang sama. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa blender las potong, berikut tabung gas. Dan salah satu pelaku bernama Dedi Junaidi mengakui, dan membongkar keterlibatan dua pelaku lainnya di hadapan anggota kepolisian.

“Kami selalu bertiga melakuan pencurian dengan cara mengambil besi, slag juga lempengan timah yang terdapat di tanur. Hasilnya kami bagi-bagikan. Kurang lebih sudah 9 kali mencuri dengan hasil terbanyak mencapai 12 juta rupiah,” ujar Dedi.
Dari pengakuan Dedi yang sehari-hari bekerja sebagai pengumpul barang bekas inilah polisi lelau memburu Aman dan Novian. Dedi mengaku diajak oleh kedua temannya itu.
“Sering kumpul-kumpul di rumah saya, mereka yang punya ide, dan aku langsung setuju,” terang Dedi yang mengaku saat ditangkap sang istri sedang hamil 8 bulan.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang seizin Kapolres AKBP Iman Risdiono Septana membenarkan telah diamankannya tiga pelaku spesialis curat (pencurian dengan pemberatan) ini.
“Sudah diamankan tiga orang, mereka diamankan berdasarkan Laporan Kepolisian LP / B-70/ X / 2019 / BABEL / Resort PKP/ Sektor Pangkalan Baru tanggal 24 Oktober 2019 tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” jelas Jadiman.
Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian, modus yang digunakan pelaku adalah dengan cara membobol tembok pembatas smelter. “Kerugian akibat peristiwa pencurian tersebut mencapai Rp200 juta,” imbuhnya.
Selain menangkap tiga pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa mobil Gran Max warna putih nopol : H 1927 KQ yang digunakan untuk mengangkut barang hasil curian, tabung gas las, alat pemotong las dan 6 karung slag seberat 134 Kg. (das/1)

Related posts