Tiga Pelajar Gasak Belasan HP di Sekolah

  • Whatsapp

Disimpan di Almari TU
Pelaku dan BB Diamankan

KOBA – Tiga remaja tanggung terpaksa berurusan dengan pihak berwajib karena kedapatan mencuri belasan handpone di sekolahnya. Ketiga pemuda berstatus pelajar tersebut diamankan Polsek Koba pada Selasa (21/05/2019) pukul 23.00 Wib.

Mereka adalah FM (17), VQ (17), dan AR (17) yang merupakan warga Desa Nibung Kecamatan Koba, Bangka Tengah. Dari tangan pelaku berhasil diamankan sebanyak 12 unit HP berbagai merk.

Kapolsek Koba, AKP. Andri Eko Setiawan seizin Kapolres Bangka Tengah, AKBP. Edison Ludy Bard Sitanggang mengatakan penangkapan pelaku setelah pihaknya menerima laporan dari pihak sekolah SMA N 1 Koba.

“Total HP yang dilaporkan hilang sebanyak 12 unit, dimana HP tersebut milik para siswa SMAN 1 Koba yang disita guru pada saat jam sekolah dan disimpan di almari ruang TU sekolah,” ujar kepada wartawan, Rabu (22/05/2019).

Dilanjutkan Kapolsek, penangkapan para pelaku setelah Tim Opsnal Polsek Koba dipimpin oleh dirinya setelah mendapatkan informasi mengenai keberadaan seseorang yang diduga pelaku. Kemudian melakukan penyelidikan dengan cara undercover oleh Polwan Polsek Koba yang saat itu berpura-pura sebagai wanita yang tersesat dari Pangkalpinang dan menghubungi seseorang yang diduga pelaku.

“Kemudian pelaku sepakat untuk menjemput anggota Polwan yang sedang menyamar itu di Halte depan SMK 2 Arung Dalam. Kemudian Tim Opsnal Polsek Koba melakukan pengintaian disekitar tempat bertemunya pelaku. Pada saat pelaku sampai ditempat dan menghampiri Anggota Polwan yang sedang melakukan undercover itu, Tim Opsnal Polsek Koba langsung meringkus seseorang yang diduga pelaku dan mengamankannya ke Polsek Koba,” ungkapnya.

Setelah berhasil mengamankan salah satu pelaku, pihaknya melakukan pengembangan dan tertangkaplah pelaku utama yang kemudian diamankan ke Polsek Koba untuk ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Dua pelaku utama ini yaitu VQ dan AR. Sedangkan FM merupakan penadah dengan membeli dua HP dari kedua pelaku, dan ketiga pelaku ini masih status pelajar sekolah itu,” ucapnya.

Kapolsek mengatakan ketiga pelaku beserta barang bukti saat ini diamankan di Polsek Koba. “Atas perbuatannya, ketiga pelaku dikenakan pasal 363 ayat (2) dengan ancan hukuman 9 tahun penjara,” tandasnya.

Pembakar Sepeda Motor

Terpisah, pelaku pembakaran sepeda motor di Jalan Sijuk Kecamatan Tanjungpandan, Minggu (20/05/19) tepatnya di samping A & W berhasil diringkus oleh pihak Kepolisian Polres Belitung.

Andri alias Cangong (24) sempat melarikan diri dan menjadi buronan. Namun tidak cukup lama, setelah satuan reskrim Polres Belitung mendapatkan informasi keberadaan Cangong, polisi langsung berhasil menangkapnya.

“Sebetulnya kita sudah dapat info malam itu, namun masih belum jelas. Ketika sudah jelas langsung kita lakukan penangkapan terhadap tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Erwan Yudha Perkasa kepada Rakyat Pos, Rabu (22/05/19).

Cangong ditangkap Rabu (22/05/19) dini hari di Desa Tanjung Tinggi Kecamatan Sijuk. Saat itu, dia pelaku sedang berada dikediaman temannya.

“Pelaku tidak melakukan perlawanan sama sekali lantas kaget dengan kedatangan polisi dirinya sedang bermain game,” ujar Erwan.

Menurut Erwan, kronologis kejadian itu dilakukan oleh pelaku dalam keadaan mabuk. Cangong mendatangi kendaraan korban yang terparkir dihalaman tempat korban bekerja.

Korban EL (22) dikatakan oleh Erwan merupakan mantan istri pelaku sendiri. Diduga masih memiliki rasa kecewa pelaku sengaja membakar motor tersebut. Untuk kerugian akibat perbuatannya korban EL (22) mengalami kerugian Rp 12 juta.

“Pelaku melakukan dalam keadaan mabuk. Dia menyiram bensin ke motor korban diparkiran. Warga yang mengetahui kejadian itu sibuk mengamankan motor miliknya masing-masing,” jelas Erwan.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 187 Kuhpidana tentang pembakaran dengan ancaman 12 tahun penjara.

“Kita kenakan pasal 187 KUHP pidana dengan ancaman 12 tahun penjara. Saat ini dia (Cangong) dalam pemeriksaan lebih lanjut dan akan langsung kita lakukan penahanan,” tegasnya.

Di ruang terpisah, EL (22) ketika dikonfirmasi oleh Rakyat Pos mengatakan bahwa Cangong memang mantan suaminya. Dia berpisah dengan pelaku sudah cukup lama beberapa bulan yang lalu.

Meski sudah resmi bercerai, pelaku memang masih sering mengganggu dirinya. Namun, EL tidak pernah lagi memperdulikan pelaku.

“Sudah cerai berapa bulan, dapat anak dua waktu nikah sama dia (pelaku). Tidak memiliki perasaan sama sekali lagi, dia memang sering berlaku kasar seperti itu,” kata EL kepada Rakyat Pos.

EL waktu kejadian memang tidak mengetahuinya. Karena motor berada di halaman parkir tempat dirinya bekerja.

“Saya kan kerja di ruko Marcopolo itu. Motor diparkiran, jadi tidak tahu. Pas tahu dia sudah membakar, sempat aku kejar dia,” pungkasnya. (ran/dod/6)

Related posts