Tiga Desa Dipilih Jadi Desa Pangan Aman

  • Whatsapp
Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Pemkab Beltim, Khaidir Lutfi menyerahkan kenang-kenangan kepada Kepal BPOM Pangkalpinang, usai Rapat Advokasi Kelembagaan Dalam Rangka Gerakan Kaamanan Pangan Desa di Ruang Rapat Bupati Beltim, Selasa (12/3/2019).(foto: istimewa).

Berharap Desa-desa Lain akan Mengikuti

MANGGAR – Tiga Desa, yakni Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit, Desa Lalang Jaya Kecamatan Manggar dan Desa Lenggang Kecamatan Gantung dipilih menjadi Desa Percontohan Desa Pangan Aman di Kabupaten Belitung Timur.

Ketiga Desa ini dipilih lantaran adanya komitmen yang baik dari perangkat desa untuk mewujudkan keamanan pangan di desanya, merupakan daerah wisata, serta banyak industri rumah tangga.

Ditemui dalam Rapat Advokasi Kelembagaan Dalam Rangka Gerakan Kaamanan Pangan Desa (GPKD) di Ruang Rapat Bupati Beltim, Selasa (12/3/2019), Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Pangkalpinang, Hermanto mengungkapkan, Desa Pangan Aman merupakan desa yang aman dan bebas dari peredaran zat berbahaya dengan memberdayakan komunitas masyarakat desa.

“Jadi, agar pangan yang ada di desa itu sehat, aman, dan bermutu, kita berdayakan kader dari PKK, karang taruna dan sekolah. Sedangkan komunitas yang akan dibina ada 5 komunitas yaitu ibu rumah tangga, pedagang kreatif lapangan, pedagang makanan siap saji, ritel/toko kelontong, industri rumah tangga pangan, dan sekolah. Mereka kita berikan bimbingan teknis, agar mereka dapat mengkampanyekan pangan yang aman konsumsi bagi masyarakat,” jelas Hermanto.

Menurut Hermato, sejak diluncurkan tahun 2014 lalu, Kabupaten Beltim merupakan Kabupaten terakhir di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung yang menerapkan Desa Pangan Aman. Diharapkan program ini dapat direplikasi dan dimanfaatkan baik oleh OPD terkait maupun desa lain di Kabupaten Beltim.

“Tiga desa itu kita jadikan percontohan. Kita berharap desa-desa lain juga akan mengikuti, tujuan akhirnya masyarakat yang akan mandiri, baik dengan menggunakan dana desa ataupun lewat anggaran OPD terkait,” kata Hermanto.

Meski terakhir dipilih, Hermanto menyatakan pangan olahan dari produk industri rumahan di Kabupaten Beltim sudah cukup baik. Dari hasil uji laboratorium BPOM Pangkalpinang, tidak ditemukan adanya pangan yang mengandung bahan berbahaya.

“Kabupaten Beltim sudah cukup baik. Dari hasil uji kita tahun-tahun sebelumnya, di Beltim tidak ditemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya,” ungkap Hermanto.

Sementara itu, Bupati Beltim Yuslih Ihza melalui Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Khaidir Lutfi mengatakan, sebagai daerah kunjungan wisata, UMKM dan restoran di Kabupaten Beltim harus selalu menjaga cita rasa dan ciri khas makanan. Selain itu pula kualitas serta keamanan pangan tetap yang utama.

“Kita dari Pemkab Beltim sangat menyambut baik program Desa Pangan Aman dari BPOM Pangkalpinang ini. Kita ingin produk pangan Kabupaten Beltim aman, sehingga wisatawan yakin dengan makanan kita,” kata Khaidir.

Pemkab Beltim berharap BPOM Pangkalpinang juga akan rutin melakukan uji coba pangan khususnya jajanan masyarakat yang dijual di pasaran. Sehingga produk pangan yang beredar aman untuk dikonsumsi dan tidak berisiko terhadap kesehatan.

“Pembangunan keamanan pangan harus dimulai dari individu, keluarga maupun masyarakat. Oleh karena itu, jika ditemukan adanya permasalahan harus segera ditanggulangi agar tidak berdampak luas bagi kesehatan masyarakat,” ujar Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Beltim tersebut. (yan/kmf/3).

Related posts