by

Tiga dari 10 Balita di Indonesia Alami Stunting

-Bangka-132 views
Sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka penurunan prevalensi stunting di OR Setda Pemkab Bangka, Selasa (19/2/2019). (foto: istimewa)

Kabupaten Bangka Masuk Daerah Prioritas

SUNGAILIAT – Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Infokom PMK) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Wiryanta mengatakan Kabupaten Bangka termasuk dalam 60 kabupaten se-Indonesia yang diprioritaskan untuk penanganan stunting pada tahun 2019.

Hal itu diungkapkan Wiryanta dalam sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka penurunan prevalensi stunting di OR Setda Pemkab Bangka, Selasa (19/2/2019). Dia menegaskan pentingnya kesadaran dari pemangku kepentingan agar permasalahan kekurangan gizi kronis pada anak balita yang terjadi dalam jangka waktu lama ini dapat diselesaikan.

“Selama empat tahun pemerintah bekerja keras menurunkan tingkat prevalensi stunting dari 37,2 persen (riskesdas 2013) menjadi 30,8 persen (riskesdas 2018). Angkanya masih tinggi artinya masih ada tiga dari 10 balita stunting di Indonesia. Namun pemerintah optimis angkanya semakin turun karena ragam kebijakan intervensi penanggulangan stunting,”jelasnya.

Pemerintah, dia mengatakan, melakukan intervensi dalam dua skema. Pertama intervensi spesifik atau gizi dalam melakukan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak suplementasi gizi, pemberian tablet darah dan konsultasi dan yang kedua adalah intervensi sensitif atau nongizi seperti penyediaan sanitasi dan air bersih, lumbung pangan, alokasi dana desa, edukasi, sosialisasi dan sebagainya.

“Program stunting banyak yang dilakukan pemerintah baik dari aspek kesehatan maupun nonkesehatan. Dari sisi anggaran pun besar untuk penanganan stunting, namun ragam program tidak akan berdampak banyak bila tidak disertai pola pikir sehat serta harus adanya perubahan perilaku,” ungkapnya.

Menurutnya, penanganan stunting sangat penting untuk mencegah banyaknya SDM tidak berkompeten ketika menghadapi bonus demografi tahun 2030. Tahun ini, lanjut dia, diperkirakan penyangga ekonomi bangsa Indonesia 68 persen adalah orang-orang produktif yang lahir saat ini. “Pemerintah juga tidak ingin sumber daya manusia ini mundur sebelum pertandingan global karena kalah di kompetisi akibat stunting,” ujarnya.

Kominfo mengharapkan masyarakat dapat melakukan 3 P yakni Peduli, Pahami dan Partisipasi untuk membantu pengurangan stunting. Mulai peduli lingkungan sekitar, lihat kondisi balita di keluarga atau lingkungan sekitar dan carilah informasi sebanyak mungkin melalui media ataupun tentang stunting. Lalu berpartisipasi memberikan informasi yang benar pada keluarganya dan mengedukasi masyarakat,” katanya.

Acara tersebut tersebut dihadiri 90 peserta dari 10 desa serta menghadirkan narasumber yaitu Meiyda, Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu, Anak dan Kesehatan Lingkungan Kemenko, Pan Budi Marwoto dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bangka dan Then Suyanti dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.
(2nd/10)

Comment

BERITA TERBARU