Tidak Benar Dewan Temukan Obat Expired

  • Whatsapp

Dita: Peninjauan Perluasan Gudang Farmasi

PANGKALPINANG – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungailiat, melalui Public Relations Officer Dita Febriani membantah ada temuan obat expired oleh para anggota DPRD Kabupaten dalam kunjungan ke RSUD Sungailiat seperti diberitakan harian ini edisi Kamis 13 April 2017. Dita menyebutkan kunjungan dewan tersebut dalam rangka meninjau perluasan gudang farmasi dan tempat parkir.
“Kunjungan dewan ke RSUD Sungailiat pada hari Rabu, 12 April 2017 adalah berdasarkan LKPJ Bupati Kabupaten Bangka Tahun Anggaran 2016. Dewan yang didampingi dr. Jasminar selaku direktur hanya meninjau pengadaan genset dan instalasi gizi RSUD saja, tidak ada membahas mengenai farmasi maupun obat-obat,” kata Dita Febriani dalam rilis klarifikasi yang dikirim ke Redaksi Rakyat Pos.
Menurut Dita, sebelum berkunjung ke RSUD Sungailiat, dewan terlebih dahulu mengunjungi kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka.
“Di sana dilakukan peninjauan perluasan gudang farmasi dan tempat parkir. Kemudian terdapat beberapa obat yang masih menunggu laporan apakah termasuk expired kelebih atau benar-benar expired yang ditemukan di gudang besar Dinkes Kabupaten Bangka. Oleh karena itu tidak benar adanya dewan menemukan obat expired di wilayah RSUD Sungailiat. Kami mohon agar bisa melakukan klarifikasi terkait hal ini kepada masyarakat luas,” jelas Dita.
Untuk diketahui, pada hari itu anggota DPRD Kabupaten Bangka yang tergabung dalam Panitia Kerja (Panja) II LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2016 melakukan peninjauan kelima tempat yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes), SMKN 1 Sungailiat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta kantor Kecamatan Sungailiat dan Pemali. Dewan yang kunjungan yakni Mendra Kurniawan, Magrizan, Ruswanto, Mulkan, Firdaus Djohan, Fauzi dan Median.
Ketua Panja II Mendra Kurniawan disela-sela kunjungan di RSUD Sungailiat mengatakan, di Dinkes mereka meninjau perluasan gudang farmasi dan tempat parkir, di RSUD melihat genset dan dapur RSUD. Untuk bangunan instalasi gizi, ditambahkannya, butuh koordinasi dengan pihak Pemkab Bangka layak dan tidak layaknya agar direhab.
“Dari segi bangunan harus ada sedikit perbaikan, perluasan agar lebih leluasa kalau melakukan kegiatan masak,” ujarnya.
Penyiapan makanan dan minuman pun harus lebih ketat dengan menerapkan standarisasi bahan baku makanan. Dana Rp1,1 miliar menurutnya sudah sesuai dengan kebutuhan makan minum pasien karena ahli gizinya ada.
“Harapannya kepada pihak RSUD lewat Ibu Direktur dan kepala gizi benar-benar diterapkan. Kalau benar-benar kita menerapkan bahan makanan dan minuman sesuai dengan kebutuhan dalam arti bebas dari unsur lain pestisida dan lainnya agar lebih teliti, cermat. Apalagi dipasok dari pasar. Kalau ada apa-apa segera diteruskan ke pemasoknya untuk diganti,” bebernya.
Untuk genset, kata Mendra, dari keterangan pihak RSUD belum difungsikan karena belum ada instalasi yang mendukung. “Artinya itu masih dalam tahap pengajuan. Gensetnya cukup besar,” kata politisi Partai Gerindra ini.
Di Dinkes, menurut Mendra, untuk stok obat akan dirapatkan dulu dan dilihat dulu daftar inventaris mereka.
“Ada beberapa hal yang patut dicermati untuk masalah expirednya. Kita temukan dan masih menunggu laporan apakah expired kelebih atau masuk kategori betul-betul expired,” tukasnya.
Rendra menuturkan, menurut pihak Dinkes adanya obat expired karena ketika sudah didistribusikan dari dinkes ke puskesmas-puskemas obat tidak digunakan.
“Kita masih menunggu laporan Dinkes dan puskesmas. Kita akan segera koreksi apa penyebabnya. Kalau orang tidak banyak berobat ke puskesmas berarti tingkat kesehatan itu baik. Obat tidak terpakai. Pengadaan obat itu harus kita koreksi. Cukup banyak,” imbuhnya.
Obat-obatan yang ditemukan expired antara lain kain kasa steril, sevadoxil, dry sirup dan beberapa item obat generik seperti natrium benafonat, vastatin dan lain-lainnya. Obat kadaluarsa tersebut tersimpan di gudang besar dan harus dimusnahkan sesuai undang-undang yang berlaku.
Di SMKN 1 Sungailiat, lanjut Mendra, berdasarkan hasil di lapangan realisasi anggaran di 2016 berupa pengadaan komputer, sesuai spek karena produknya juga menggunakan e-katalog. (red/1)

Related posts