TI Sampur Dirazia Lagi, Hasilnya Zonk

  • Whatsapp
AMANKAN PONTON – Salah satu ponton TI apung yang diamankan di perairan Sampur saat didatangi jajaran Polres Pangkalpinang, dalam giat penertiban penambangan ilegal, Selasa pagi (10/3/2020). (Foto: Bambang Irawan)

PANGKALPINANG – Kepolisian Resor (Polres) Pangkalpinang menggelar razia tambang inkonvensional ilegal di kawasan Sampur, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa pagi (10/3/2020) sekitar 10.00 WIB.

Razia yang dipimpin oleh Wakapolres Pangkalpinang, Kompol Erlichson Pasaribu dan Kabag Ops, Kompol Jadiman Sihotang dalam pantauan harian ini dengan menaiki perahu nelayan menuju ke lokasi tambang.

Kabag Ops mengatakan, razia tambang timah ilegal di kawasan Sampur ini, lantaran adanya aduan masyarakat yang sudah resah dengan aktivitas tambang ini.

Masyarakat nelayan bahkan telah membuat surat kepada Gubernur Babel, Kapolda, Kapolres, Dandim, Danlanal dan seluruh instansi terkait.

Baca Lainnya

“Daripada Kamis nanti mereka turun, kita yang duluan turun. Hari ini, kita menertibkan penambangan biar jangan di sini lagi, karena mengganggu nelayan,” kata Kabag Ops ditemui Rakyat Pos usai razia ini.

Ia juga berjanji akan mengecek terus aktivitas tambang ilegal agar jangan sampai beroperasi lagi dan harus steril dari lokasi ini.

“Besok, akan kita cek lagi dan lusa kita cek lagi. Pokoknya, kawasan ini harus bersih dari TI-TI,” tegas Sihotang.

Namun sayangnya diakui Kabag Ops, razia ini belum membuahkan hasil alias zonk, pihaknya hanya memberikan pengarahan dan himbauan kepada penambang untuk tidak beroperasi diwilayah area tangkap nelayan.

Oleh karena itu, Kabag Ops mengultimatum sekaligus menghimbau kepada seluruh bos-bos TI untuk segera angkat kaki dari Pantai Sampur.

Tak hanya itu saja, polisi tak segan-segan akan menindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku jika masih nekad menambang.

“Angkat semua, kita ultimatum dimulai dengan hari ini dan besok, jangan sampai ada lagi. Koordinatornya akan kita undang dulu, kalau punya oknum no coment,” pungkasnya. (bis/6)

Related posts