TI Rajuk Tambang Merbuk Ditertibkan

  • Whatsapp
TI Rajuk Ilegal yang beroperasi di Tambang Marbuk dan Pungguk Eks Koba Tin inilah ditertibkan Polsek Koba, karena disebut membandel dan merusak lingkungan alam dan ekosistem didaerah tersebut.(foto: ran).

KOBA – Aktivitas tambang inkonvensional (TI) jenis rajuk yang beroperasi di Merbuk, eks tambang Koba Tin, Rabu (19/4/2017) kemarin ditertibkan Polsek Koba. Penertiban tambang ilegal dan liar itu dipimpin langsung Kapolsek Koba AKP Ricky Dwiraya Putra bersama jajaran Polsek Koba dan Satpol PP Bateng.

“Kami lakukan penertiban itu menindaklanjuti laporan dari masyarakat Berok sehubungan dengan adanya aktifitas TI ilegal rajuk didua lokasi yakni Pungguk dan Kenari yang merupakan eks Koba Tin,” ujar Kapolsek seizin Kapolres Bateng, AKBP. Frenky Yusandhy, SIK.

Ia mengatakan, dari informasi dan data yang diperoleh bahwa aktifitas TI ilegal itu berlangsung pada malam hari. Keberadaan penambangan itu dikhawatirkan dapat menyebabkan banjir dan kerusakan alam lainnya.

“Lokasi itu memang ditakutkan dapat menyebabkan terjadinya banjir saat intensitas hujan tinggi. Selain itu, bisa saja ditakutkan dapat menyebabkan kerusakan alam lainnya, karena berada disekitar aliran sungai,” terangnya.

Sebelum ditertibkan, pihaknya telah memberikan imbauan dan peringatan untuk tidak lagi melanjutkan aktifitas terlarang dan membahayakan, namun tidak diindahkan. Karena tidak ditanggapi, ia bersama jajaran menindak tegas pemanfaatan wilayah eks Koba Tin itu.

“Sudah dua kali kami memberikan imbauan dan peringatan, namun tidak diindahkan. Daripada membahayakan mereka sendiri dan kehidupan warga koba kedepan, maka ditertibkan lah aktifitas tersebut,” tuturnya.

Akibat membandel ini, aparat langsung menyita dan membongkar empat unit TI rajuk dan empat belas unit rajuk odong-odong. Barang bukti (BB) lainnya yang disita aparat WIN 2 unit, spiral 2 unit, mesin dompeng 3 unit, baku mesin 1 unit dan pipa sebanyak 1 unit.

Kapolsek mengimbau, hendaknya kejadian seperti ini tidak terulang lagi baik pada wilayah hukum Polres Bateng dan khususnya pada wilayah Kecamatan Koba, karena dapat membahayakan diri dan merusak ekosistem alam dan lingkungan. (ran/3).

Related posts