TI Rajuk Oknum Polres Bangka, Digerebek

  • Whatsapp
TI RAJUK – Ponton tambang jenis TI rajuk ini, salah satu yang diamankan jajaran Subdit Gakkum Ditpolairda Babel dalam penindakan tambang ilegal di aliran Sungai Pangkalarang, Pangkalpinang dan Pantai Pasir Kuning, Tempilang, Bangka Barat. Tujuh pekerja tambang diamankan dan dua pemilik ditahan. Sedangkan di Sungailiat, puluhan warga menggerebek tambang ilegal milik oknum Polres Bangka di kawasan bakau. Warga mendesak oknum polisi itu diproses hukum. (Foto: IST/Bambang Irawan)

Warga Desak Lakukan Proses Hukum
7 Penambang Ditangkap Dit Polairda

SUNGAILIAT – Kapolres Bangka, AKBP Johanes Bangun diyakini begitu tertampar dengan penggerebekan puluhan warga Jalan Laut, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka terhadap aktifitas penambangan ilegal jenis TI rajuk mini di kawasan hutan bakau lingkungan setempat, Senin (20/11/2017) sore sekitar pukul 17.00 WIB kemarin.
Sebab, dalam penggerebekan warga yang didampingi Kepala Lingkungan (Kaling) dan Ketua RT 03 Jalan Laut tersebut, terungkap ternyata ponton tambang ilegal rajuk itu milik oknum anggota Polres Bangka.
Saat berada di lokasi, sejumlah warga menegaskan masyarakat Jalan Laut sudah sepakat tidak ada bentuk aktifitas penambangan di lingkungan itu. Karenanya, penambangan jenis apa pun tidak akan ditolerir meski pun milik oknom Polres.
“Sesuai kesepakatan di gedung DPRD Bangka kemarin, warga Jalan Laut tidak menginginkan adanya bentuk penambangan di sini,” kata warga di hadapan 3 orang penambang, pekerja oknum anggota Polres Bangka.
Warga menyayangkan aktifitas penambangan tersebut justru dilakukan oleh salah satu oknum kepolisian di Polres Bangka. Sebab sebelumnya pihak Polres menyatakan jangan sembarangan menyebut-nyebut ada keterlibatan oknum Polres Bangka, jika tidak ada bukti.
“Dari kemarin Polres bilang jangan sebut-sebut nama anggota Polres kalau tidak ada bukti. Sekarang ini malahan terbukti, yang buka ini anggota Polres,” tukas warga.
Usai warga memergoki aktifitas penambangan tersebut, puluhan anggota Polres Bangka dan sejumlah anggota Satpol PP Bangka baru tiba di lokasi. Di hadapan petugas, warga meminta polisi melakukan proses hukum terhadap para pelaku penambangan tersebut, termasuk oknum polisinya.
Menanggapi itu, Kanit Buser Polres Bangka, Ipda Fani meminta warga mempercayakan proses hukum ini kepada pihak berwajib.
“Jadi ini kita amankan semuanya dan kita bawa ke Polres. Untuk anggota, nanti Provost yang periksa. Untuk penambangnya, biar kita yang amankan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RT 03 Jalan Laut, Rozi dalam keterangannya mengatakan, awalnya warga setempat sudah mencurigai gerak gerak sejumlah orang yang keluar masuk ke dalam kawasan hutan bakau lingkungan setempat.
Kecurigaan warga tersebut akhirnya terjawab setelah Senin (20/11/2017) warga mendengar suara mesin tambang dari kejauhan. Setelah itu, warga akhirnya berkumpul dan menghubungi perangkat desa setempat guna memergoki aksi kucing kucingan penambangan ilegal tersebut.
“Kita ke sana sekitar jam 17.00 WIB dan ketemu Pak Sp. Terus kita tanya sama Pak Sp kalau ada TI di belakang sana. Pak Sp jawab ada dan itu punya saya,” bebernya.
Senada dengan itu, dikatakan Kaling Jalan Laut Feri yang membenarkan TI mini yang dipergoki warga jalan laut tersebut milik oknum anggota Polres Bangka, Sp.
“Denger-dengar katanya ini punya anggota Polres,” ujarnya.
Dalam penertiban ini, kata dia dilakukan spontanitas oleh warga Jalan Laut.
“Saat saya ditelpon warga, saya langsung menghubungi Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah dan pihak lainnya untuk bersama sama mengatasi ini,” imbuhnya.
Feri berharap baik penambang dan sang oknum pemilik TI rajuk tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku, agar amarah warga dapat redam.
“Kami ingin mereka diproses hukum karena kami dari aparat pemerintah desa sudah capek dan seolah olah kami dianggap masyarakat tidak bekerja,” pungkasnya.

Read More

7 Penambang Ditangkap
Terpisah, Subdit Gakkum Ditpolairda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil mengamankan sebanyak tujuh pekerja tambang timah illegal di aliran Sungai Pangkalarang, Kecamatan Pangkalbalam, Pangkalpinang dan Pantai Pasir Kuning, Desa Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (18/11/2017).
Ketujuh penambang yang ditangkap yaitu HT (39), MK (45), TH (57), HR (32) merupakan penambang di kawasan TI apung Pangkalarang, sedangkan IN (34), SM (26) dan JM (30) penambang di Pantai Pasir Kuning Tempilang.
Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun’im mengatakan, penangkapan ketujuh pekerja tambang tersebut setelah menerima informasi masyakat adanya kegiatan tambang illegal di Pangkalarang dan Pantai Pasir Kuning Tempilang.
“Tim lidik gakkum kita (Ditpolair) langsung mengecek ke tempat kejadian perkara (TKP) dan didapatkan empat orang pekerja tambang illegal yang sedang bekerja Sabtu sore sekitar pukul 15.00 Wib. Lalu, kita menangkap lagi tiga pekerja tambang sekitar 18.30 wib,” ungkapnya kepada Rakyat Pos, Senin (20/11/2017).
Selain menangkap tujuh penambang, Polair juga mengamankan barang bukti (BB) berupa satu unit ponton, tempat sakan, dua karung pasir timah bersih dan pasir timah yang belum dicuci di TI Pangkalarang. BB lainnya juga yang ikut diamankan berupa satu buah timbangan dan tiga karung pasir timah sekitar 150 kg di kawasan TI Pantai Pasir Kuning Tempilang.
“Pelaku yang kita tahan adalah pemilik TI ilegal di Pangkalarang, yakni HT dan IN. Untuk kedua pelaku ini dikenakan Pasal 158 Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba),” tegasnya.
Dia menegaskan, pekerja tambang ilegal di Desa Tempilang dikenakan Pasal 161 dan Pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. “Pekerjanya hanya kita mintai keterangan sebagai saksi saja,” pungkas Mun’im.
Sedangkan dalam penertiban oleh Satpol PP Bangka Tengah, dua unit mesin TI diamankan saat menertibkan tambang di kawasan belakang pusat perbelanjaan Pangkalan Baru. Penertiban dilakukan setelag sosialisasi dan himbauan tidak diindahkan pemilik TI.
“Kami sudah berusaha mendatangi, dan melakukan peringatan, mereka mau mendengarkan, cuma tidak diindahkan dan masih tetap beroperasi,” ujar Wijaya Soekarno, Kabid Trantib Satpol PP Bateng.

“Anggota kami langsung menuju ke lokasi, ternyata benar ada tambang ilegal. Awalnya kami berusaha mengingatkan mereka, sudah 2 kali diingatkan. Tapi, masih saja membandel, makanya langsung kami angkut mesinnya,” tandas Wijaya.

Kini anggota Pol PP masih melakukan giat patroli di sekitar tempat tersebut, guna memantau adanya aktivitas susulan.
“Kita selalu memonitor keberadaan TI ilegal. Dalam kegiatan penertiban itu, tidak ada perlawanan dari pihak pemilik TI. Alat bukti diamankan di Sat Pol PP Bateng,” tukasnya. (snt/bis/ran/1)

Related posts