TI Rajuk DAS Manggar Ditertibkan

  • Whatsapp
Anggota Satpol PP Beltim membongkar salah satu ponton TI rajuk beroperasi di kawasan DAS Manggar. (foto: Bastiar)

Masih 30 Ponton Belum Dibongkar
Kasatpol PP Pimpin Tim Gabungan

Manggar – Setelah sempat diberikan toleransi untuk beroperasi, puluhan set TI Rajuk di DAS Sungai Manggar, Belitung Timur (Beltim) di bongkar, Sabtu, (08/06/2019).
Pembongkaran ini dilakukan oleh Tim Gabungan yang dipimpin Kepala Sat Pol PP Kabupaten Belitung Timur, Zikril, dengan melibatkan anggota Kepolisian, TNI, dan PM.
Sebelumnya, TI Rajuk DAS Manggar dan DAS Sungai Lenggang, Kecamatan Gantung sempat diberikan toleransi untuk beroperasi hingga tanggal 07 juni 2019. Toleransi itu diberikan berdasarkan kesepakatan.
Berita acara kesepakatan berkop surat Satuan Polisi Pamong Praja ditandatangani oleh Kasat Pol PP, Zikril Kapolsek Manggar, AKP Albert Daniel, Danramil Manggar Djoko Jelono, Forum DAS, Yudi Amsoni, Kepala Kesbangpol, Herial, Badan Lingkungan Hidup, yang diwakili kabid pengendalian dampak lingkungan hidup, Mappamadeng, Kasi Tibum Kecamatan Manggar, Miskah dan Pemdes Sukamandi, Ferry tanggal 14 Mei 2019 lalu setelah mempertimbangkan surat dari perwakilan penambang yang ditujukan Kepada Sat Pol PP.
Namun, belakangan Forum DAS menyatakan menarik diri dari kesepakatan. Forum DAS beralasan demi menjaga kelestarian ekosistem DAS yang merupakan objek dari tugas pokok dan fungsi Forum DAS.
“Menyatakan menarik diri dari kesepakatan demi menjaga kelesterian ekosistem DAS, menjaga marwah lembaga dan menjaga berkelanjutan kondisi DAS agar tetap lestari,” demikian isi surat penarikan diri dari kesepakatan ditandatangani oleh Ketua Forum DAS Koko Haryanto pada tanggal 20 Mei 2019.
Mirisnya, pada saat berakhirnya kesepakatan tanggal 07 Juni 2019 hanya 10 set saja yang yang sudah dibongkar penambang.
Sisanya ada 30 set TI rajuk yang tidak bertuan dan belum dibongkar namun sudah ditinggalkan penambang.
Kepada Rakyat Pos, Kepala Sat Pol PP Belitung Timur (Beltim) Zikril mengatakan tidak mudah membongkar 30 set TI rajuk yang sudah ditinggalkan penambang, tapi kita akan melakukan pembongkaran secara bertahap, setiap hari kita akan bantu penambang bongkar sampai bersih.
“Kita bongkar bertahap,” kata Zikril, Sabtu, (08/07/2019).
Dari Pantauan Rakyat Pos, di hari pertama pembongkaran Tim gabungan hanya melepaskan 3 set mesin TI dari ponton dan disimpan di pinggir DAS, dengan harapan akan diambil pemiliknya.
“Kepada penambang masih diberikan kesempatan untuk mengambil peralatan tambang, jika tidak diambil akan diamankan di Kantor Sat Pol PP,” tandas Zikril yang mengaku penasehat Forum DAS.
Sementara itu, koordinator tambang, Aminor tak menutup kemungkinan untuk tetap mengoperasikan tambang di DAS Sungai Manggar. Bahkan Aminor berencana untuk melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait karena menurut Aminor Pemerintah Daerah Beltim belum memberikan solusi untuk ratusan pekerja tambang dari TI rajuk yang jumlahnya 40 set.
“Kami berharap Pemda bisa mencari solusi untuk kami agar bisa bekerja dengan nyaman dan tidak ada hambatan,” harap Aminor. Harapan itu juga disampaikan Aminor kepada PT. Timah. Karena menurut Aminor PT. Timah juga mendapat biji timah dari TI Rajuk. Dan lokasi DAS Sungai Manggar berada dalam IUP PT. Timah.
Saat disinggung isu adanya setoran kepada oknum tertentu, aminor membantahnya.
“Tidak ada setoran, yang ada bantuan untuk masjid, anak yatim dan keluarga kurang mampu dari penambang,” jelas Aminor.
Aminor menambahkan, jika Areal DAS sungai Manggar adalah bekas kapal keruk PT. Timah menggali biji timah.
“Kepada Pak zikril kami ucapkan terima kasih yang sudah mengambil kebijakan dan kepada Pemda tolong kami dibina,” pungkas Aminor. (yan/6)

Related posts