by

TI Pribadi Aktifitas Dekat Rumah Warga, Kami Tidur pun Tidak Nyenyak…

-NEWS-247 views

Berjarak Kurang Lebih 5 Meter

SUNGAILIAT – Parah! Sebanyak 5 unit ponton tambang inkonvensional (TI) milik Kardus beroperasi dekat pemukiman warga Lingkungan Batako Sungailiat Kabupaten Bangka.
Mirisnya, jarak antara TI dengan rumah warga tidak lebih sekitar 5 meter saja. Diduga dalam menjalankan aktifitasnya Kardus bekerja sama dengan oknum partai politik berinisial Ac.
Tarno (40) warga Lingkungan Batako mengaku bahwa masyarakat sekitar sudah sangat resah dengan aktifitas TI milik Kardus tersebut.
Menurutnya, kegiatan tambang ilegal itu sudah 6 bulan berlangsung. Bahkan pada dua bulan pertama bekerja siang dan malam, selama 24 jam full.
Hingga sempat terhenti lantaran pemilik TI tersandung kasus hukum. Tapi sekarang beraktifitas kembali dengan puluhan pekerja asal Sumatera Selatan.
“Saya sudah beberapa kali didatangin Kardus. Pertama mau kasih jajan anak saya. Saya tolak. Terus datang lagi nyamperin istri saya. Mau kasih duit saya tolak. Saya gak mau apa apa. Bukannya karena banyak duit. Silahkan bang Kardus bekerja tapi jangan dekat dekat dengan rumah kami. Kami takut longsor. Tidur pun gak nyenyak. Rumah sudah retak kalo digoyang terus tambah retak ini. Kami mohonlah pengertiannya. Jangan bekerja deket deket rumah kami. Kami tidak tenang,” lirih Tarno kepada sejumlah wartawan Selasa (14/5/2019) kemarin.
Sementara Sudarno, Ketua RT 07 Lingkungan Batako kepada wartawan mengatakan sejauh ini warga memang belum mengeluhkan keberadaan TI milik Kardus. Namun setelah bekerja dekat pemukiman warga ia pun mulai mendengar keluhan warganya yang khawatir akan terjadi longsor apabila TI – TI tersebut terus dibiarkan.
“Kalau awalnya memang ada minta tandatangan warga tapi itu mintanya waktu kerja pertama dan jauh dari pemukiman warga. Sempet berhenti karena saat itu Kardus tersangkut hukum. Terus sekarang kerja lagi,” jelas Sudarno.
Ia mengatakan Kardus bekerja diatas lahannya sendiri. Lahan yang dibeli Kardus dari beberapa warga.
“Itu lahan Kardus sendiri. Dia beli dari warga yang dekat dengan kolong tersebut. Gak tau berapa nilainya. Tapi yang namanya tanah kolong ya gak mahal la. Itu cuma warga yang mau dibeli saja. Luasnya ya sekitar 700 m2 lah,” jelasnya.
Selama ini pun ada kebijakan baku yang diberikan Kardus untuk warga sekitar dan Lingkungan. Namun biasanya Kardus memberikan sedekah seikhlasnya untuk warga yang dekat dengan lokasi tambangnya.

Sakan pencucian timah TI milik Kardus yang didirikan depan rumah warga Lingkungan Bartako Sungailiat. (foto: Zuesty)

Sementara Sapuan, Pengurus Masjid Nurul Iman Air Merapin mengatakan sejauh ini sumbangsih Kardus untuk rumah ibadah di Lingkungan tersebut pun cukup rutib namun tidak ada keharusan.
“Iya dia sering sedekah ke Mesjid. Kadang nilainya Rp.5 juta hingga Rp.10 juta tapi itu tidak rutin setiap bulan. Kadang 2 bulan 1x, kadang 3 bulan 1x,” jelasnya.
Kepala Bidang Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman Selasa siang kemarin langsung menerjunkan tim ke lokasi TI milik Kardus.
Tim yang dikomandai Danton Heri siang itu langsung mendatangi lokasi. Siang itu, Anggota Satpol PP Kabupaten Bangka meminta para penambang untuk menghentikan aktifitasnya khususnya TI yang bekerja dekat rumah warga.
Pantauan di lapangan anak buah Kardus menyepakati penghentian TI yang dekat rumah warga. Namun sayangnya hingga Selasa sore kemarin TI – TI tersebut tak juga dihentikan oleh penambang.
Achmad Suherman kepada wartawan mengatakan secara aturan Perda, tambang-tambang inkonvensional ini harus berjarak 100 meter dari pemukiman warga dan fasilitas umum. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih menegur secara lisan agar para penambang. Namun apabila masih membandel maka pihaknya akan melayangkan teguran tertulis hingga sanksi yang lebih tegas lainnya.
“Kami meminta mereka (penambang – red) secara lisan agar memindahkan tambang tersebut karena dekat pemukiman warga. Dan warga tersebut komplain karena terlalu dekat. Kami berharap pada masyarakat penambang untuk memperhatikan lingkungan sekitar. Walaupun tanah milik pribadi jangan dekat dengan pemukiman dan fasilitas umum,” ujar Ahmad Suherman.(2nd/6)

Comment

BERITA TERBARU