TI Kardus Hajar Pemukiman, Warga: Rumah Kami Sampai Bergetar

  • Whatsapp
Aktivitas TI rajuk di wilayah Batako, Kecamatan Sungailiat yang dikeluhkan warga (foto: istimewa)

SUNGAILIAT – Lima unit Tambang Inkonvensional (TI) rajuk yang beroperasi di wilayah Batako, Kecamatan Sungailiat dikeluhkan warga. TI yang diketahui milik Kardus itu dikeluhkan karena beroperasi tak jauh dari rumah warga.

Bahkan, sejak Rabu, si pemilik menurunkan satu unit alat berat untuk menggali tanah yang akan ditambang. Menurut keterangan seorang warga, Tarno (40) akibat aktivitas TI tersebut dinding rumahnya sampai bergetar.

“Tolong la yuk. Kami dak tau nek lapor kemane agik. Hari ni makin ganas TI e, lima unit yang deket rumah. Rumah sampe begeter. Anak – anak takut masuk ke dalam rumah,”jelas Tarno kepada wartawan via WhatsApp, Minggu siang.

Mirisnya, warga yang mengeluhkan aktifitas TI Kardus pun sudah empat kali melaporkan aktivitas yang diduga tanpa memiliki izin tersebut ke Polres Bangka. Namun, hingga saat ini laporan warga tidak mendapat tanggapan.

Sementara itu, Kardus, si pemilik TI kepada wartawan mengakui tambang miliknya kembali beroperasi. Namun ia menyangkal aktivitas tambangnya berada dekat pemukiman warga.

“Iya kemaren sudab di PC. Gak deket la. 15 meteran. Yang deket itu dengan rumah saya,” kata Kardus kepada wartawan saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia meminta kepada wartawan untuk tidak menggubris keluhan warga dan meminta waktu saja minggu saja untuk bekerja.

“Udalah jangan diretak (jangan pedulikan warga-red). Saya cuma minta waktu satu minggu. Setelah itu saya akan pindah,” tegasnya.

Mengenai adanya keluhan warga, Kardus mengatakan akan mengganti kerugian jika rumah warga ada yang roboh.

“Barangnya (timah – red) memang banyak disitu. Kalau rumah mereka roboh saya akan ganti sesuai harga rumah. Saya orangnya tanggung jawab,”tegas Kardus lagi.

Kepada wartawan, dia mengaku sulit mendapatkan kesepakatan dari warga agar tambangnya bisa beroperasi dengan tenang.

“Susah ngajak mereka bicara. Dikasih duit juga mereka tolak. Diajak bicara malah saya dilaporkan,” ujarnya.

Sementara itu, Satpol PP Kabupaten Bangka melalui Heri mengatakan akan mengecek lokasi terlebih dahulu atas keluhan warga tersebut. “Kami cek ke lapangan dulu,” ujar Heri.(2nd)

Related posts