Tetap Istiqomah di Jalan Allah

  • Whatsapp

Oleh: Jimmi Sofyan,S.IP

Istiqomah adalah sikap hidup seorang muslim dalam menjalankan kehidupan di dunia. Ia berjalan lurus dengan menuju keridhoan Allah, tanpa menengok lagi jalan yang lain. Abu Amru (Sufyan) bin Abdullah Ats Tsaqafy r.a pernah meminta mutiara nasehat kepada Rasulullah SAW untuk memandu jalan hidupnya. Ia mengatakan “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya suatu kalimat yang menyimpulkan pengertian Islam, sehingga saya tidak perlu bertanya kepada yang lain”. Nabi Muhammad SAW menjawab;”Katakanlah aku percaya kepada Allah, kemudian tetaplah lurus (tetap konsekuen) dengan pengakuan itu.” (HR.Muslim).
Imam Nawawi dalam kitab Riyadlus Shalihin menerangkan maksud kalimat Rasulullah itu adalah perbaharuilah imanmu dengan penuh kesadaraan, dengan bentuk ucapan yang disertai pengertian dan tanggung jawab atas pengakuan ucapan tersebut. Sikap istiqomah itu merupakan perintah Allah kepada Rasul-Nya. Allah SWT berfirman: ”Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Huud Ayat 112).
Menurut Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya istiqomah adalah terus-menerus di suatu arah tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri. Maka tetap istiqomahlah dalam mentaati perintah Allah. Ad Darimi dalam musnadnya meriwayatkan dari Utsman bin Hadir Al Azadi yang mengatakan; “Nasihatilah aku!” Dia menjawab; “Ya, hendaklah engkau bertaqwa kepada Allah dan istiqomahlah. Ikuti Sunnah Rasulullah dan janganlah membuat bid’ah”.
Istiqomah memegang Islam tentu pada seluruh persoalan kehidupan. Sebab Islam itu mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Islam mengatur hubungan hubungan manusia dengan Allah SWT, sang pencipta dan pemelihara alam semesta. Dalam hal ini Islam memiliki perangkat peraturan tentang aqidah dan ibadah. Islam mewajibkan seorang muslim memegang keimanannya kepada Islam sampai akhir hayatnya dan mengharamkan murtad. Islam juga mewajibkan agar seorang muslim hanya beribadah kepada Allah semata. Allah SWT berfirman: ”Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya”. (Q.S Al Kahfi Ayat 110).
Islam memiliki seperangkat peraturan tentang makanan, pakaian, akhlaq, sosial, politik. Setiap muslim dituntut untuk senantiasa taat dan konsisten terhadap seluruh aturan yang sudah Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Ketaatan yang harus kaum muslim lakukan terhadap seluruh syariat Allah SWT tanpa terkecuali. Dengan kesadaran bahwa Allah maha mengetahui segala perbuatan manusia, seorang muslim akan tetap istiqomah untuk segala persoalan hidup, baik ketika ia beribadah secara individu antara dirinya dengan Allah, ataupun ketika berhubungan dengan sesama manusia.
Sikap istiqomah harus lah tercermin dalam diri kaum muslim dalam seluruh aspek kehidupan. Ketika Allah mengharamkan riba maka seorang muslim harus taat terhadap aturan tersebut. Ketika Allah mewajibkan kita untuk berpuasa kita pun taat menjalankannya. Ketaatan itu tercermin ketika seorang muslim menerima seluruh perintah dari Allah SWT.
Ketika kaum muslim masih terdiri dari kelompok dakwah di Mekkah, Quraisy pun menghadapi mereka dengan berbagai macam cara. Termasuk dengan cara fisik, khususnya terhadap mereka yang lemah. Bagaimana sejarah mencatat penyiksaan yang dilakukan oleh suku Quraisy kepada keluarga Yasir. Beliau disiksa, istrinya juga yang bernama Sumayyah disiksa, seluruh keluarganya disiksa. Mereka tetap dengan ke istiqomahannya memegang teguh terhadap Islam.
Sikap Istiqomah harus lah senantiasa ada dalam diri kaum muslim. Seorang pengemban dakwa meskipun dicaci, ditertawakan dalam melakukan perjuangan tetap harus istiqomah melaksanakan dakwahnya. Sikap keistiqomahan juga harus tercermin dalam kehidupan kaum muslim yaitu dalam melaksanakan seluruh syariat Islam.
Kondisi sekarang syariat Islam belum diterapkan terhadap seluruh aspek kehidupan, syariat Islam hanya dipakai pada masalah-masalah yang bersifat pribadi saja. Sedangkan syariat yang lainnya belum dilaksanakan. Seperti hukuman qhisos bagi pembunuh, hukum razam bagi penzinah, hukum orang murtad, serta hukum-hukum yang lainnya. Ini menjadi perjuangan bagi kaum muslim untuk menyadarkan terhadap muslim yang lainnya, agar supaya mau melaksanakan dan menerapkan syariat Islam di muka bumi.
Perjuangan yang dilakukan dalam rangka mengajak kaum muslim yang lain untuk senantiasa ikut menyerukan penegakan syariat Islam merupakan salah satu bentuk keistiqomaah dalam melaksankan perintah Allah SWT. Dan orang yang tetap istiqomah akan mendapatkan barokah dari Allah SWT dengan diberi rezeki oleh-Nya. Allah SWT berfirman:”Dan bahwasannya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)”. (Q.S Al Jin Ayat 16). Wallahu Alam bishowab. (***)

Related posts