Tertolong Pandemi Covid-19, Empat Oknum ASN Pesta Sabu Dilepas

  • Whatsapp

Batal Masuk Panti Rehab, Alasan tak Bisa Terima Pasien

Kepala BNNK Pangkalpinang, AKBP Ichlas Gunawan. (Foto: Dok)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Empat orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yakni JO, JU, AH dan HE yang tertangkap tengah asik pesta narkoba jenis sabu-sabu oleh BNNK Pangkalpinang beberapa waktu lalu, kini telah dikembalikan ke instansi masing-masing.

Semula, keempat oknum ASN yang terdiri dari pejabat struktural dan staf di Kantor Camat Pangkalbalam dan Kantor Lurah ini, usai ditangkap bakal menjalani rehabilitasi di pusat rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido, Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Namun sayangnya, saat ini hampir seluruh provinsi di Tanah Air tertular wabah pandemi virus Corona atau Covid-19 dan keempat oknum ASN ini dikembalikan pihak BNNK Pangkalpinang ke Pemkot Pangkalpinang alias dilepas.

Baca Lainnya

“Seharusnya kan memang dibawa ke rehab pusat ya, tapi karena sampai saat ini rehab pusat belum bisa menerima pasien baru, jadi terpaksa tetap ada di sini. Gak ditahan, kita kembalikan lagilah ke instansinya, ke pemkot,” ungkap Kepala BNNK Pangkalpinang, AKBP Ichlas Gunawan saat dihubungi rakyatpos.com, Kamis (16/4/2020).

Ia beralasan, empat oknum ASN tersebut dikembalikan ke instansi masing-masing, sembari menunggu wabah virus Corona selesai.

“Kalau Corona sudah selesai, baru kita rekomendasi rawat inap untuk direhab. Jadi, kita nunggu situasilah. (Panti rehab-red) belum dibuka karena situasi dan kondisi karena Corona inilah,” ujarnya.

Lebih lanjut Ichlas menjelaskan, pihaknya mengembalikan keempat oknum pegawai negeri ini ke Pemerintah Kota Pangkalpinang, lantaran di BNNK Pangkalpinang sendiri belum memiliki fasilitas rawat inap untuk rehab.

“Sambil menunggu situasi, kalau memang pusat sudah bisa menerima rehabilitasi rawat inap ke Lido, kita akan kirimkan ke Lido. Kita setiap waktu mengontek untuk komunikasi, karena saat ini ada edaran mereka tidak menerima pasien baru karena Corona ini,” tukasnya.

Dalam berita sebelumnya, dua orang oknum pejabat struktural dan dua staf yang berstatus PNS di Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang yakni JO, JU, AH dan HE digerebek Tim Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pangkalpinang, saat asik berpesta narkoba di Jalan Jenderal Sudirman, Gang Lohan VII, Kelurahan Gabek, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Senin siang (16/3/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun sayangnya, dari penangkapan ini, BNN mengaku tak menemukan barang bukti (BB) narkoba jenis sabu di lokasi ajang pesta. Petugas hanya mengamankan sedotan atau pipet dan lima unit handphone milik keempat oknum ASN yang membolos kerja untuk berpesta sabu.

Menurut Kepala BNNK Pangkalpinang, AKBP Ichlas Gunawan keempat PNS itu yang salah satunyaa Sekretaris Kecamatan, diamankan di rumah yang baru direnovasi milik JO.

“Saat diamankan, mereka sedang pesta narkoba jenis sabu-sabu dan dari hasil tes positif semua,” ungkap Ichlas, Selasa silam.

Perwira melati dua ini menuturkan bahwa keempat oknum yang memegang jabatan strategis tersebut terdiri dari Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Kasi Pemerintahan dan dua stafnya dibekuk pada saat jam kerja. Bahkan ada diantara mereka yang masih menggunakan seragam PNS.

Keempatnya dipersangkakan dengan jeratan Pasal 127 Undang-Undang Republik Indonesia tentang Narkotika yang ancaman pidananya selama 4 tahun.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Eko Budi Hartono ketika dikonfirmasi terpisah juga membenarkan bahwa ada empat oknum ASN Pemkot ditangkap oleh BNN.

Namun bila benar terbukti mengkonsumsi narkoba, dia menegaskan empat oknum ASN yang telah memalukan Pemkot Pangkalpinang ini pasti akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Jika PNS yang diamankan tetapi hanya sebagai pemakai dan tidak dipenjara, dianggap melanggar kode etik PNS dan dikenakan PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Sanksi bagi yang mengkonsumsi narkoba bisa penurunan pangkat. Tapi jika pejabat struktural, bisa dinonjobkan atau dicopot jabatannya jika sudah ada surat penahanan, karena ditetapkan sebagai tersangka maka bisa diberhentikan sementara dari PNS,” tandas Eko. (bis/1)

Related posts