Tersangka Kasus Sijuk, Kapolda Masih Bungkam

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Kapolda Babel), Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat mengungkapkan, penanganan tiga laporan polisi kasus kericuhan yang terjadi saat penertiban tambang ilegal oleh Satpol PP Provinsi Babel di kawasan hutan Desa Sijuk, Kabupaten Belitung, Sabtu (2/11/2019) silam, hingga kini masih dalam proses penyidikan alias sidik pihak kepolisian.

Hal itu diungkapkan Kapolda usai acara pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Kejaksaan Tinggi Babel, Selasa (3/3/2020). Namun sayangnya, jenderal bintang satu itu masih enggan untuk membocorkan tersangka dalam kasus ini. Ia beralasan pihaknya masih membahas lagi siapa saja tersangka dibalik perkara ini.

“Nanti kalau sudah siap semuanya akan kita berikan, kita publikasikan ya. Sedangkan saksi-saksi sudah kita periksa semua,” ungkapnya.

Baca Lainnya

Dalam peristiwa anarkis di Sijuk itu, massa penambang tidak hanya merusak mobil dinas milik Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah yang turut hadir saat penertiban. Tetapi juga beberapa unit mobil pengendalian massa (dalmas) dan kendaraan dinas lain yang ada di lokasi.

Tak hanya itu, sejumlah anggota Pol PP mengalami luka akibat dianiaya dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kerusuhan itu dipicu, lantaran para penambang tidak dapat menerima penertiban tambang yang dilakukan personil Sat Pol PP dan dipimpin Kasat Pol PP dengan cara membakar ponton tambang mereka.

Buntutnya, baik penambang maupun Sat Pol PP melayangkan laporan pidana ke polisi. Bahkan dalam berita sebelumnya, Polres Belitung memproses perkara dugaan tindak tindak pidana penganiayaan, pembakaran ponton tambang ilegal dan penyerangan terhadap wakil gubernur.

Kapolres Belitung, AKBP Ari Mujiono kepada wartawan pernah mengungkapkan bahwa penyidik Polres Belitung telah menetapkan sejumlah tersangka dalam tiga perkara tersebut.

“Kan ada tiga laporan, ketiganya ada semua tersangkanya. Jadi, banyak tersangkanya,” ungkap Mujiono kepada rakyatpos.com usai sertijab Wakapolda dan Karo Rena di Gedung Tribrata Polda Babel, Selasa (18/2/2020).

Namun sayangnya, dia tidak mau merinci siapa saja dan berapa orang jumlah tersangka dalam perkara ini.

“Iya nanti lihat saja perkembangannya. Nanti bisa dicek secara langsung,” katanya.

Saat disinggung, apakah ada tersangka yang berasal dari pihak Satpol PP Provinsi Babel, dia enggan menjawab.
“Ini sudah ada titik teranglah. Prosesnya masih berjalan. Semua laporan ditindaklanjuti, tidak ada yang tidak ditindaklanjuti,” imbuhnya. (bis/1)

Related posts