Tersangka Daging Beku Impor Dijerat Pasal Berlapis

  • Whatsapp
Pemusnahan barang bukti 3,8 Ton daging impor asal Australia di halaman belakang Kantor Polda Babel, Senin (6/7/2020).

PANGKALPINANG– Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan pemusnahan barang bukti berupa daging beku impor sebanyak 193 Koli atau 3,8 Ton di halaman Instalansi Karantina Hewan Pangkalpinang, Senin (06/7/2020) pukul 09.00 WIB.

Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Drs. A. Maladi mengatakan, pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dari tindak pidana memasukkan atau mengeluarkan daging beku di dalam wilayah kesatuan Republik Indonesia (RI).

“Daging beku impor yang kita musnahkan ini, diduga tidak melengkapi sertifikat kesehatan dari tempat pengeluaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat bagi produk hewan,” ujar Kombes Pol Maladi saat menghubungi rakyatpos.com, Senin siang.

Ia mengungkapkan, Anggota Subdit I Indag Polda Babel mendapatkan informasi bahwa telah terjadi transaksi jual beli daging beku jenis sapi yang berasal dari luar negeri/impor dikediaman Ishak alias Ca’ok di Jalan Marica Rt/Rw 008/003 Kelurahan Pintu Air Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang pada Rabu (15/4) silam sekitar pukul 17.30 WIB.

Baca Lainnya

Selanjutnya, anggota melakukan pengecekan terhadap kediaman Ca’ok dan menemukan daging beku sapi yang berasal dari luar negeri.

“Dari hasil interogasi kami, Ishak alias Ca’ok mendapatkan daging beku sapi impor dari Australia tersebut yang dibeli langsung dari Denny Usman. Setelah Anggota Subdit I Indag selaku tim terpadu satgas pangan mengkonfirmasi kepada Deni, barang tersebut didatangkan dari luar daerah yang berasal dari Jakarta,” ungkap Maladi.

Selain itu, Deni tidak bisa menunjukkan surat dokumen legalitas karantina tentang jenis daging sapi beku yang didatangkan dari luar wilayah Bangka Belitung.

Lanjut Kabid Humas, penyidik Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Babel dalam perkara ini telah menetapkan satu orang tersangka, yakni Denny Usman alias Deni (43), warga Jalan Batin Tikal Senang Hati, Kelurahan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Ditegaskan Maladi, penyidik mempersangkakan tersangka dengan jeratan pasal berlapis, diantaranya Pasal 106 Junco Pasal 24 Ayat (1) UU RI No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

“Jadi, ancamannya pidana selama empat tahun, denda maksimal Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) ; dan/atau Pasal 88 Juncto Pasal 35 ayat (1) huruf a UU RI No 21 tahun 2019 tentang Karantina, Hewan, Ikan, dan Tumbuhan yang ancaman pidananya 2 (dua) tahun denda maksimal Rp 4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah). Selain itu, kami menjerat tersangka dengan Pasal 135 dan/atau Pasal 141 UU RI No 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang ancaman pidananya selama dua tahun dan denda maksimal Rp 4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah),” tegasnya.

Oleh karena itu, dia menghimbau agar pelaku tidak melakukan kegiatan impor daging beku ilegal lagi karena dapat membahayakan kesehatan dan bisa merugikan konsumen.

“Kalau mau memperdagangkan daging beku impor, supaya mematuhi setiap peraturan yang diberlakukan oleh pemrintah agar terciptanya keamanan pangan dan mutu pangan. Kami mrnghimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dan memahami perbedaan daging beku dan daging segar dalam membeli daging sapi yang beredar di pasar tradisional,” pungkas Kombes Pol Maladi. (bis/6)

Related posts