Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Tersangka AH: Niat Datangi Korban untuk Menyelamatkan Anak Saya

AH, tersangka penganiayaan berat terhadap korban AB alias Jamrong yang meninggal dalam kejadian pada Rabu tempo hari. (Foto: Tamimi).
AH, tersangka penganiayaan berat terhadap korban AB alias Jamrong yang meninggal dalam kejadian pada Rabu tempo hari. (Foto: Tamimi).

 

RAKYATPOS.COM, KOBA - Kasus penganiayaan berat yang dipicu masalah keluarga di Desa Sungaiselan Atas, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah mendapat titik terang.

Pengakuan tersangka bernama Abdul Hadi (AH) mertua korban dalam perbuatan penganiayaan berat terhadap mantan menantunya Andi Budiman (AB) alias Jamrong tersebut bukan karena berencana.

Pria yang berlatar belakang pemuka agama ini hanya punya satu alasan saat kejadian pada rabu tempo hari yakni menyelamatkan anaknya bernama Dahlan Patoni (DP) yang kala itu dalam kondisi terjepit karena bergumul dengan korban dihalaman rumah tak jauh dari Kantor Kecamatan Sungaiselan.

"Pas mendengar teriakan istri dari halaman rumah, saya langsung keluar dari arah belakang tanpa bawa apa-apa. Melihat anak saya tercekik oleh korban, saya balik ke belakang ngambil parang di ruang dapur. Parang itu memang khusus mengupas buah kelapa bukan untuk apa-apa apalagi buat membunuh, nggak lah," cerita tersangka AH disela-sela press release di Mapolres Bateng, Jum'at (05/03/2021).

Diakuinya, daripada anaknya terbunuh akibat dicekik korban, lebih baik diselamatkan dulu.

"Waktu itu nggak ada pilihan lain, spontan saja saya ambik parang untuk ngupas buah kelapa di ruang belakang dapur setelah mendengar teriakan istri dari arah halaman depan," ungkapnya.

Ia menambahkan sangat menyesal atas perbuatan tersebut karena memang tak ada pilihan lain.

"Karena nggak ada pilihan lain, mau gimana lagi," sebut AH berseragam baju tahanan berwarna kuning. (ran).

Diatas Footer
Light Dark