by

Teror, Karena Ketidakpuasan Ekonomi

-NEWS-313 views

Bandara Depati Amir Diperketat

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Wagub Babel) Abdul Fatah mengakui, sedikit banyaknya aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan Pekanbaru telah menganggu pariwisata serta investasi di Babel.
“Pasti mempengaruhi bukan di Babel saja tapi di Indonesia, banyak event tingkat internasional yang akan digelar di Indonesia, saya yakin kunjungan ke Indonesia dan ke Babel akan berkurang,” kata dia usai membuka Dialog “Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Babel, di Hotel Puncak Pangkalpinang, Kamis (17/5/2018).
Upaya untuk mengembalikan kepercayaan investasi dan pariwisata ini menurut wagub, dengan mengaktifkan kelembagaan yang ada di masyarakat untuk kegiatan cegah dini maupun deteksi dini.
“Maka kita aktifkan lembaga yang ada dan harus banyak berkoordinasi bertemu dalam forum kerukunan umat beragama, kemudian pencegahan terorisme juga merupakan salah satu mensiosialisasikan kepada masyarakat,” terangnya.
Wagub mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi pencegahan terorisme. Ia menilai, kondisi saat ini memasuki dunia tanpa batas dan tenaga luar yang masuk sangat mudah. Maka perlunya peningkatan kewaspadaan, dengan memonitor keberadaan orang-orang yang datang.
“Kita tak bisa merasa aman walaupun Babel merupakan provinsi yang kondusif, dan senantiasa waspada, jika terjadi gelojak harus diwaspadai,” tegasnya.
Abdul Fatah menilai, ada tiga aspek yang menyebabkan munculnya aksi terorisme ini, pertama berkaitan dengan ideologi, pemahaman dan ekonomi.
“Upaya dalam meminimalisir terorisme dari sisi ekonomi, kalau memiliki kedaulatan pangan secara baik maka kita akan sulit diganggu. Radikalisme terorisme datang dari berbagai segi termasuk dari sisi ekonomi, makanya kita mencoba membangun ketahanan pangan,” ulasnya.
“Karena ketidakpuasan, menitik beratkan secara ekonomi, ketidakpuasan lahir dari perut lapar, daya dorong lemah sehingga cepat berpengaruh negatif, kita tau ideologi bergeser ketika memasuki ekonomi lemah,” tambahnya.
Dilain pihak, pasca serangkaian aksi terorisme yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia seminggu terakhir membuat pihak Bandar Udara Depati Amir Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meningkatkan pengamanan di bandara.
Plt General Manager Angkasa Pura II, Muhammad Adi Wiyatno mengatakan peningkatan pengamanan di bandara dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Surabaya.
“Dalam upaya antisipasi, kita aktifkan komite keamanan yang terdiri Apsek, kepolisian dan TNI untuk melakukan pengecekan kepada setiap kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang akan masuk ke terminal bandara Depati Amir,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis (17/5/2018).
Pihaknya juga menyisir disekitar bandara untuk mencari potensi-potesi ataupun hal-hal yang mencurigakan yang ada di sekitar bandara.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ditemukan hal yang mencurigakan, namun demikian kita akan terus melakukan pengamanan disekitar bandara dan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI,” katanya.
Menurutnya, pada saat arus mudik nanti, pihaknya akan menyiapkan posko pengamanan bagi para penumpang.
“Untuk harus mudik, sesuai dengan arahan dari kementrian dan pemerintah yang yaitu kita akan membuat posko pada H-7 dan H+7. Nanti kita lakukan rapat terlebih dahulu dan kita juga menunggu arahan juga dari pusat,” tukasnya. (nov/bum/6)

Comment

BERITA TERBARU