Terlibat Curat, 2 Residivis Narkoba Dicokok

  • Whatsapp
Polisi menangkap salah satu pelaku pencurian dan pemberatan di kawasan Stadion Depati Amir Pangkalpinang. Tampak petugas memeriksa kendaraan yang digunakan oleh pelaku. (Bambang Irawan)

PANGKALPINANG – Tim 2 Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil menangkap dua tersangka dalam dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat), Anwar alias Dedek (40) dan Geri (27) di dua lokasi berbeda di kawasan Kota Pangkalpinang pada Senin (13/1).
Awalnya, polisi berhasil menangkap Geri di Stadion Depati Amir Pangkalpinang
pada hari Senin sekitar pukul 18.15 WIB, tim kemudian mengamankan barang bukti yang dijual kepada Rere yang beralamat di Selindung Pangkalpinang.
Tim selanjutnya menangkap tersangka Anwar alias Dedek di Perumahan Tanjung Bunga Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang sekitar pukul 20.07 WIB.
“Kedua terduga tersangka yang kami tangkap ini merupakan residivis kepemilikan narkoba. Kini, kedua tersangka berikut barang bukti dibawa ke Polda Babel, guna untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tutur Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Babel, Kombes Pol Budi Hermawan melalui Kasubdit 3 Jatanras AKBP Wahyudi kepada Rakyat Pos, Selasa (14/1/2020).
Tindak pidana dugaan curat ini mulai terungkap berdasarkan laporan Nolica (22), warga Gang Ikhlas Konghin Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (12/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
Petugas pun kemudian melakukan penyelidikan dan didapat hasil bahwa pelaku diduga Anwar alias Dedek yang tak lain mantan pacar dari korban.
Pelaku menyuruh adiknya Geri dan temannya Ogi untuk mengambil barang-barang yang ada di kontrakan Nolica, diduga tanpa meminta izin terlebih dahulu.
“Barang-barang yang dicuri Dedek Cs diantaranya 1 unit TV tabung, 1 unit kompor gas, 1 buah selang kompor gas, 1 unit rice cooker warna merah, 1 unit DVD, 1 set speaker aktif, 1 unit antena TV, 1 buah karpet kasur dan 1 unit microphone,” tukas Wahyudi. (bis/6)

Related posts