Temu Wicara Gubernur, Panas

  • Whatsapp

Warga Persoalkan KIP Kamila di Pering
Erzaldi: Mencabut IUP Saya Tidak Bisa

KELAPA KAMPIT – Kegiatan Temu Wicara Tokoh Presidium Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan masyarakat di objek wisata alam Bukit Pangkuan, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Kamis, (23/11/2017) sore, berlangsung panas.
Acara dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-17 itu sempat tegang, ketika perwakilan masyarakat kembali mempertanyakan penambangan pasir timah oleh Kapal Isap Produksi (KIP) Kamila di perairan Pering, Kampit, Belitung Timur langsung kepada Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman maupun Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah.
Turut hadir dalam Temu Wicara itu, Bupati Belitung Sahani Saleh, Wakil Bupati Belitung Timur Burhanuddin, Kapolres Belitung Timur AKBP Nono Wardoyo, Ketua DPRD Belitung Timur Tom Haryono, mantan Wakil Gubernur Bangka Belitung
Suryadi Saman, Presedium Pembentukan Provinsi Bangka Belitung dari Pulau Bangka, Presidium Pulau Belitung, Presidium Jakarta, para pejabat di Lingkungan Pemprov Babel, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.
Seorang Tokoh Presedium Pembentukan Provinsi Bangka Belitung, Usmandi M. Andeska mengaku dulu sempat berang diterjang isu sebagai perusak lingkungan, ketika mendatangkan kapal isap ke Belitung Timur pada tahun 2003. Dan ketika muncul lagi kapal isap, kini ia juga berang lantaran sudah sepakat bahwa perairan Belitung harus bersih dari penambangan pasir timah.
Andeska yang biasa dipanggil Cudek menyebutkan, tujuan pembentukan Provinsi Bangka Belitung adalah untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat. Dan pertambangan timah di laut bukan untuk menyejahterakan masyarakat tetapi hanya segerintil orang.
“Dulu saya dihujat ketika mendatangkan kapal isap ke Belitung Timur pada tahun 2003, dibilang perusak lingkungan. Ketika itu perekonomian Belitung Timur masih merosot. Sekarang saya sudah tidak terlibat di perusahaan lagi sejak tahun 2010 lalu. Tapi sudah terlanjur dihujat perusak lingkungan. Nah kalau bisa, sekarang kita fokus ke pariwisata, berikan konsep yang terbaik kepada gubernur,” katanya.
Menanggapi ini, Gubernur Erzaldi mengatakan dinamika politik di Belitung Timur tentang kapal isap sangat tinggi dan telah menyita energi. Oleh karena itu dia mengajak semua kalangan untuk menurunkan intensitas politik.
“Tidak ada gunanya berdebat tanpa ada solusi,“ ujarnya.
Banyak orang, kata gubernur yang tidak mengerti berbicara tapi tidak memberikan solusi. Dan untuk KIP Kamila, ia mengaku sudah menghentikan sementara operasinya. Tapi Erzaldi tetap mengaku tidak bisa mencabut Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) PT Kampit yang melandasi izin penambangan KIP Kamila milik perusahaan itu.
“Kalau mencabut IUP saya tidak bisa,“ tandasnya.
Disamping itu, Erzaldi berharap kepada seluruh masyarakat Babel untuk berhati-hati dalam memberikan komentar di media sosial (medsos), termasuk tentang penambangan di laut Belitung.
“Akhir-akhir ini banyak yang bicara terkait Kapal Isap Produksi (KIP) di medsos, saya sampaikan, kurangilah tidak ada gunanya bicara dimedsos tanpa solusi, itu berbahaya,” sarannya.
Lanjut Erzaldi, melalui media sosial yang sifatnya mendunia akan memberikan imbas terhadap perkembangan perekonomian, keamanan dan ketertiban di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Medsos ini kan sudah mendunia, jadi kalau salah bicara akan berdampak terhadap pariwisata kita, tidak akan ada yang mau berkunjung,” ungkapnya.
Temu Wicara dengan tema “Mewujudkan pariwisata kelas dunia dengan dukungan konektivitas antar daerah menuju Bangka Belitung yang maju, sejahtera dan berdaya saing global“ itu, menghadirkan tiga orang nara sumber yaitu Wakil Gubernur Abdul Fattah, Bupati Belitung Sahani Saleh dan Ir, Suryadi saman, MSc mantan Wagub Babel era Hudarni Rani.
Sayangnya, temu wicara dengan moderator Assisten I Bidang Kesra, Haryoso, SH itu tidak berlangsung lama. Singkatnya waktu sempat menjadi perdebatan ketika seorang peserta, Sukron menuding temu wicara ini sudah disetting dan hanya memberikan kesempatan kepada 4 orang saja untuk mengajukan pertanyaan.
Perwakilan IKPB, Sutra sempat mempertanyakan kampus Universitas Bangka Belitung yang dijanjikan tapi belum juga berdiri di Belitung. “Banyak orang Belitung dan Belitung Timur yang sekolah keluar Belitung,“ ucapnya.
Sedangkan terkait kapal isap Kamila di perairan Pering, Kecamatan Kampit, Sutra mengingatkan para pengambil keputusan untuk tidak memberikan ruang tambang laut di Belitung. “Jangan salahkan kami aksi massa menjadi amuk massa,“ ancamnya.
Hal senada disampaikan Fauzi. Perwakilan pemuda ini mengancam Belitung akan memisahkan diri dari Bangka jika kapal isap masih beroperasi di perairan Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
Wagub Abdul Fatah yang menjadi pembicara utama dalam Temu Wicara ini mengapresiasi semua pertanyaan yang disampaikan masyarakat. “Ini adalah masukan pada waktu kami menyusun peta Zonasi,“ kata Fateng, panggilan akrab Abdul Fattah. Sementara Bupati Belitung Sahani Saleh mengungkapkan, perkembangan pariwisata di Belitung saat ini, sudah mulai meningkat dengan didukung bandara internasional serta perkembangan hotelnya guna mendukung kemajuan pariwisata.
Sedangkan Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin mengharapkan, dengan dilaksanakannya peringatan HUT Provinsi Bangka Belitung ini, masyarakat Bangka dan Belitung bersatu padu dalam membangun Babel. (mgt/yan/1)

Related posts