by

Tari Serimbang Babar Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Tari Serimbang asal Bangka Barat ini, lolos menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. (foto: ist)

PANGKALPINANG – Tari Serimbang asal Bangka Barat (Babar) lolos menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Hal ini telah diketahui sejak Pembahasan Pertama Penetapan WBTB Indonesia yang dilaksanakan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, 21 – 23 Februari 2018 lalu.

Saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) sedang mempersiapkan berkas yang akan dibawa pada Sidang Penetapan.

Kepala Disbudpar Babel melalui Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan, Zuardi sangat senang dan bangga, serta berharap kelima karya budaya lainnya juga dapat lolos menjadi WBTB Indonesia.

“Tentunya kita sangat senang dan bangga bahwasanya akan bertambah lagi karya budaya Bangka Belitung yang menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Selain Tari Serimbang, kita juga berharap kelima karya budaya yang diajukan lainnya juga lolos,” kata Zuardi yang ditemui di ruang kerjanya, kantor Disbudpar Babel, Pangkalpinang, Kamis (26/7/2018).

Selain Tari Serimbang, karya budaya Bangka Belitung yang diajukan menjadi WBTB Indonesia, antara lain Akek Antak, Hadrah Gendang Empat, Emping Beras, Sepen Buding, dan Pong Pong Alu. Kelima karya budaya tersebut sedang dalam masa perbaikan hingga 27 Juli mendatang. Sementara 3 karya budaya lainnya, yakni Rebo Kasan, Wak-Wak Ampik, dan Lesong Ketintong tidak lolos.

Zuardi menjelaskan, pengajuan WBTB bukan lah hal yang sederhana. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. “Untuk mengajukan karya budaya sebagai WBTB, kita harus mengisi formulir pencatatan, formulir penetapan, menyiapkan berkas kajian ilmiah, dan memberikan foto juga video dari karya budaya, lalu dikirimkan ke Kemendikbud RI,” jelasnya.

Selain persyaratan, setiap pengajuan juga akan melewati beberapa tahapan hingga menerima sertifikat, jika lolos. “Penetapan WBTB itu, setelah diajukan ada beberapa tahapan. Tahan pertama hingga ketiga, pembahasan. Tahap keempat Sidang Penetapan. Terakhir penyerahan sertifikat,” tambahnya.

Tari Serimbang akan mengikuti tahap selanjutnya, yakni Sidang Penetapan pada 1 – 4 Agustus 2018 mendatang.

Hera Riastiana, Pengelola Urusan Kerjasama Pengembangan Seni dan Budaya menjelaskan, ada sejumlah poin yang harus dilengkapi dalam pemberkasan tersebut.

“Untuk berkas Sidang Penetapan nanti, kita melengkapi formulir pencatatan dan penetapan yang didalamnya ada deskripsi sejarah, nilai, fungsi, makna, konteks, teknik penyampaian cerita, teknologi, dan deskripsi karakteristik,” jelas Hera.

Hera berharap Bangka Belitung memiliki banyak kajian budaya untuk mendukung pengajuan karya budaya menjadi WBTB.

“Kajian atau karya ilmiah budaya di Bangka Belitung masih terbilang kurang. Harapannya, kedepan akan ada banyak kegiatan kajian budaya. Supaya data karya budaya kita dapat terpenuhi dengan baik,” harapnya.(rell/3).

Comment

BERITA TERBARU