Tantangan Ekonomi di Era The New Normal

  • Whatsapp
Dr. Devi Valeriani,S.E.,M.Si
Dosen FE UBB/Wakil Ketua ISEI Prov. Kep. Bangka Belitung

Perubahan demi perubahan dari Pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid -19) dihadapi oleh seluruh penduduk dunia. Begitu pula dengan Indonesia mengalami situasi yang sama. Dampak Covid-19 tidak hanya pada bidang kesehatan, namun sosial, ekonomi dan keuangan ikut menerima. Penyebaran Covid-19 yang mudah, cepat, dan luas menciptakan krisis kesehatan dengan belum ditemukannya vaksin, obat, dan keterbatasan alat serta tenaga medis.

Dari sisi sosial seluruh masyarakat diharapkan melakukan Social Distancing, School From Home, Work From Home. Tidak hanya sampai disitu, dari sisi ekonomi berimbas pada konsumsi kebutuhan bagi masyarakat, karena rendahnya demand, terhambatnya investasi dan terkontraksinya ekspor-impor yang berujung terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Demikian halnya sektor keuangan, terdampak melalui kanal menurunnya kinerja sektor riil, dimana NPL, profitabilitas dan solvabilitas perusahaan banyak yang mengalami tekanan.

Read More

Kondisi pandemi Covid -19 membuat seluruh negara melakukan perubahan kehidupan dari segala aspek dan semua sektor. Perubahan kehidupan baru tersebut dikenal dengan istilah The New Normal Era atau era normal baru. Pemerintah saat ini, baik pusat maupun daerah mulai mempersiapkan protokol kesehatan bagi masyarakat guna memulai pola hidup normal gaya baru di tengah pandemi Covid-19. Semua orang diharuskan menyiapkan diri untuk menyambut kondisi tersebut, yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan terbesar. Masyarakat diharapkan harus mampu menjaga diri masing-masing. Jika ingin sehat, ingin tetap beraktivitas, maka kuatkan diri masing-masing dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Bagaimana tantangan sektor ekonomi di The New Normal Era ? Di beberapa negara telah mulai melakukan The New Normal dengan memulai kembali bisnisnya melalui berbagai pembatasan sejak akhir April yang lalu. Berbagai kondisi yang diterapkan oleh pelaku usaha dalam memulai kembali bisnisnya di era normal baru ini, misalnya mengharuskan semua pelanggan menggunakan masker, mencuci tangan, mengatur jarak, menggunakan sarung tangan, dan beberapa pelaku usaha bidang jasa malah membatasi jumlah pelanggan yang akan bertransaksi ekonomi.

Related posts