Tanjungpandan Diterjang Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

  • Whatsapp

Ratusan Warga Diungsikan

TANJUNGPANDAN – Akibat curah hujan tinggi yang melanda kota Tanjungpandan Kabupaten Belitung pada Sabtu siang (27/04/2019) pemukiman penduduk di Kampong Amau dan Jalan Madura, Tanjungpandan diterjang banjir.

Intensitas hujan tinggi selama empat jam mulai pukul 13.00-17.00 WIB, menyebabkan aliran sungai di daerah itu meluap. Bahkan ketinggian air mencapai hingga 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pantauan Rakyat Pos dilapangan, jajaran TNI Polri dan Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung sigap menanggani bencana alam ini.
Sejumlah tenda dan dapur darurat disediakan oleh Polres Belitung, Lanud HAS Hanandjoeddin, maupun Kodim 0414 Belitung.

Hampir sebagian warga yang sakit dan penderita disabilitas langsung diungsikan ke tenda-tenda darurat di tempat yang lebih aman. Banjir tahunan di Kampong Amau ini membuat sejumlah masyarakat menderita.

Maryam (63) warga Kampung Amau, mengeluhkan banjir yang terjadi setiap tahunnya. Menurutnya, belum ada solusi dari pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan ini.

Dia menjelaskan, selama 30 tahun lebih nenek ini belum bisa menikmati hidup pada saat musim hujan. Maryam beserta keluarga selalu was-was jika hujan tiba. Apalagi saat air turun dalam intensitas tinggi.

“Kalau kondisi seperti ini kita tidak bisa tidur. Pada saat hujan mau banjir kami, harus mengamankan barang berharga. Saat mau surut, kita harus menguras rumah dan membersihkannya,” kata Maryam, kepada Rakyat Pos.

Kondisi seperti ini membuatnya kesal. Bahkan, Maryam berencana untuk menjual rumahnya. Dan mencari tempat tinggal yang lebih baik. Sehingga pada saat musim hujan, ia bersama keluarganya tak kebanjiran.

“Kami sudah capek dengan kondisi seperti ini. Kami berharap pemerintah memberikan solusi. Namun, jika tidak ada solusi, kami akan pindah rumah,” pungkas Maryam.

Dalam mengatasi permasalahan ini, TNI Polri mengerahkan ratusan anggota untuk membantu masyarakat. Bahkan, sejumlah peralatan seperti perahu boat dikerahkan untuk membantu mengevakuasi warga.

“Kita juga sediakan dapur umum. Serta memberikan bantuan makanan kepada masyarakat. Untuk selanjutnya kita tetap siaga untuk mengantisipasi turunnya hujan kembali,” ujar Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, didampingi Dandim 0414 Belitung Letkol Inf Indra Padang.

Menanggapi keluhan masyarakat mengenai banjir di Kampong Amau, Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung sudah menyiapkan program. Yakni program kota. Dalam hal ini, pemda sudah menyiapkan anggaran Rp 20 miliar.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan, minggu lalu dirinya sudah melakukan rapat dengan warga mengenai adanya program Kota. Namun, masih dalam proses. Dengan adanya program tersebut, Isyak memastikan 2020 Amau Bebas Banjir.

“Program ini, kita menginginkan tidak ada kawasan kumuh. Dan akan membenahi sungai mulai dari Paal Satu hingga Siburik. Pelaksanaan akan dilakukan dua tahap tahun 2019 dan 2020,” ujar Isyak Meirobie.

Namun kata Isyak masalahnya, apakah masyarakat mau merelakan lahannya 50 centimeter hingga satu meter untuk pembangunan embung. Sehingga, embung tersebut berfungsi untuk menampung debit air pada saat hujan lebat.

“Kami juga akan membangun taman untuk anak di lokasi. Sehingga, kawasan tersebut selain bebas banjir, juga sebagai tempat bermain untuk anak-anak,” pungkasnya. (dod/6)

Related posts