Moment

Tanggulangi Dampak Covid-19, Pemprov akan Bagikan 5.000 Kemasan ke Pelaku IKM Babel

Gubernur Babel Erzaldi Rosman.(Foto: UPTD RPK)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Untuk menanggulangi dampak Covid-19 terhadap para pelaku usaha IKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) melalui UPTD Rumah Promosi dan Kemasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel akan membagikan 5.000 kemasan kepada pelaku usaha IKM se-Babel.

Dr. Muslim El Hakim Kurniawan selaku Kepala UPTD Rumah Promosi dan Kemasan (RPK) menjelaskan, latar belakang pembagian 5.000 kemasan kepada pelaku usaha IKM se-Provinsi Kepulauan Babel itu, berdasarkan hasil survey pada bulan Maret 2020, pada awal pandemi yang berdampak pada merosotnya omset para pelaku usaha IKM di Provinsi Babel.

Berdasarkan latar belakang tersebut, UPTD Rumah Promosi dan Kemasan Babel pada tahun ini akan memberikan stimulan kemasan kepada 50 IKM se-Babel, yang mana masing-masing IKM akan mendapatkan 100 kemasan. IKM tersebut, terdiri dari IKM OVOP dan IKM potensial yang terdampak Covid-19.

IKM yang akan mendapatkan bantuan berdasarakan usulan dari kabupaten dan kota. IKM potensial diusulkan oleh kabupaten dan kota, kemudian disurvey secara online untuk mendalami dampak Covid-19 terhadap usaha mereka agar nanti yang terpilih benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, pemprov melalui UPTD RPK Disperindag Babel rencananya akan membagikan 5.000 kemasan yang akan diserahkan saat meluncurkan UPTD. RPK yang direncanakan bulan  Desember mendatang.

“Saat ini, retribusi untuk RPK juga sudah disahkan melalui pengesahan Perda Retribusi Jasa Usaha pada 7 Oktober lalu,” ungkapnya, Jumat (16/10/2020) di ruang kerjanya.

Menurut Dr. Muslim El Hakim Kurniawan, salah satu poin yang dapat meningkatkan daya saing produk adalah kemasan yang baik dan terjangkau. Saat ini, secara umum, UMKM atau IKM masih menggunakan kemasan yang sederhana dengan alasan efisiensi, karena kemasan yang menarik dan baik biasanya mensyaratkan minimum pesanan.

Bahkan, beberapa UMKM dan IKM pangan harus mengeluarkan uang sejumlah Rp 15.000.000 diawal, untuk memesan kemasan. Padahal, jika minimum order dapat dihilangkan, maka modal tersebut dapat diputar untuk keperluan yang lain, terutama di masa pandemi seperti saat ini.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top