by

Tanaman Padi Lokal Miliki Umur Panjang

Kasrem Panen Perdana Padi Ladang
Diharapkan Dapat Direkayasa

MENDOBARAT – Kepala Staf Korem (Kasrem) 045/Garuda Jaya (Gaya), Letol Inf I Ketut Merta Gunarda mewakili Komandan Korem (Danrem), Kolonel Inf Tjaturputra Gunadi Genah turut menghadiri panen perdana padi ladang di areal sawah Desa Paya Benua (Payben), Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Sabtu (21/1/2017).

Selain panen perdana, acara juga dilanjutkan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MOU) Bupati Bangka dengan Balitbang Kementerian Pertanian tentang rencana percobaan tanam pertanian padi ladang & perkebunan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka, Kemas Arfani Rahman mengatakan bahwa musim tanam April sampai dengan September di Kabupaten Bangka seluas 5600 Ha.

“Ini lebih dari separonya adalah padi ladang. Di Bangka masih menganut lokal mainded, petani masih tidak mau menanam padi ladang dengan jenis padi Gogo. Mereka tidak mau coba coba menanam jenis padi yang belum tahu hasilnya. Hanya masalahnya tanaman padi ladang lokal memiliki umur yang panjang,” kata Kemas dalam rilis yang diterima Rakyat Pos, Sabtu (21/1/2017) malam.

Menurutnya, dari mulai tanam hingga panen butuh waktu 6 bulan. Selain itu, tanaman padi ladang bekerjasama dengan Balitbang Kementan.

“Maka, diharapkan dapat direkayasa. Kalau bisa dari umur yang sangat lama dapat dipersingkat lagi supaya dalam satu tahun dapat panen hingga 2 kali,” terangnya.

Adapun Kecamatan Mendo Barat menyumbang sekitar 300 Ha padi ladang. Untuk itu sebagai reward dari pemerintah maka Gapoktan Benua Mandiri mendapatkan satu buah traktor roda 4 bersama dengan Desa Kota Kapur dan Desa Rukam masing masing mendapatkan 2 buah hand traktor.

Sedangkan pada tahun 2017, Kabupaten Bangka ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan beras sebanyak 30 persen seluruh kebutuhan masyarakat Bangka.

Sementara itu, Bupati Bangka Tarmizi H Saat mengucapkan terima kasih kepada TNI yang sudah maksimal membantu para petani.

“Bukan hanya masalah pertanian saja Pemda kerja sama dengan TNI, kedepan akan dilaksanakan TMMD/karya bhakti membuka jalur jalan antara Desa Pelempang menuju ke Desa Mendo dan tembus ke Desa Tanah Bawah sepanjang 14 kilometer dengan anggaran sekitar Rp2,3,” bebernya,

Sawah di Wilayah Kabupaten Bangka, sambungnya, paling banyak dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Kepulauan Babel.

“Kedepan, kami menginginkan bagaimana caranya rumpun padi ini bisa tumbuh banyak dan umurnya bisa lebih pendek. Selain itu, diharapkan pula nanti hasilnya bisa melimpah dan masa tanam berikutnya lebih cepat atau 1 tahun bisa 2 kali tanam. Jeraminya bisa dimanfastkan untuk budi daya jamur merang dengan demikian diharapkan rakyat bisa lebih sejahtera,” tukas Tarmizi.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kabid Litbang Kementan Muh. Sakir, Kepala SKPD se Kabupaten Bangka, Kepala BPTP Babel Wahyu, Danramil 11/ Ptlg, para Danramil serta para Camat jajaran Kabupaten Bangka, para Babinsa Koramil 11/ Petaling dan para kades jajaran Kecamatan Mendo Barat.

Selain itu turut pula dihadiri oleh para PPl, Gapoktan/ Poktan dan Masyarakat setempat. (bis/3).

Comment

BERITA TERBARU