Tanam Tumbuh Dirusak, Aswan Laporkan Ujang

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Kesal melihat tanam tumbuhnya dirusak Aswan berniat melaporkan Ujang Machmudin (40) Warga Jalan Sudimampir ke Mapolres Bangka. Pasalnya kasus pengrusakan ini sudah kerap ia dapatkan sejak tahun 2018 silam di atas lahan miliknya Kelurahan Kenanga dekat Pabrik Tapioka PT. BAA.

Kepada wartawan Senin (13/5/2019) Aswan menceritakan kronologis peristiwa yang ia alami memang sejak 2018. Namun kejadian 3x pengrusakan tanam tumbuhnya tersebut belum diketahui pelakunya.

“18 Oktober 2018 Ujang ini pernah datang ketemu pekerja saya di kebun. Tobi dan Safi’e. Saat itu pekerja saya disuruh dia berhenti bekerja,”jelas Aswan.

28 November 2018 diketahui 2 pohon alpukat ditemukan dalam kondisi tercabut. 26 Desember 2018 29 pohon alpukat usia 2 bulan ada yang dicabut, dirusak dan dibuang ke hutan samping kebun. 23 Februari 1 pohon durian da 3 pohon alpukat kembali tercabut.

Menurut Aswan 3 kasus tersebut memang tidak diketahui dalangnya. Namun pada 10 Mei 2019 kemarin. Ujang membawa 4 orang anak buahnya untuk memetik kelapa dan merusak 10 pohon alpukat dan 1 pohon petai yang ditanam di kebunnya.

Kejadian tersebut disaksikan Sulai, pekerja Aswan yang tinggal di pondok kebun. Sulai sempat mengamankan kunci 1 unit sepeda motor Suzuki Shogun yang diduga milik pelaku yang ditinggalkan di lokasi kebun. Dan diketahui pemilik motor tersebut tak lain adalah keponakan Ujang.

“Sudah dicari siapa pemilik motornya. Benar ternyata itu motor ponakan ujang. Ini tidak bisa dibiarkan. Ke depan nanti semakin keterusan. Maka masalah ini akan saya laporkan ke kepolisian,”kelas Aswan.

Menurut Aswan perseteruannya dengan Ujang memang sudah lama terjadi ketika Aswan membeli lahan dari temannya yak tak lain adalah bibi Ujang. Namun sebagai pembeli Aswan pun sudah melakukan langkah – langkah hukum baik administratif atas lahan tersebut sehingga atas bukti – bukti tersebut ia pun secara sah diputuskan sebagai pemilik lahan seluas 12.058,12 meter persegi.

“Saya pernah digugat Ujang tapi Pengadilan memutuskan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO). Dan dalam rapat di Pemkab Bangka tanggal 16 Januari 2019, Bagian hukum Setda Pemkab Bangka telah menyatakan bawah saya berhak atas lahan tersebut. Jadi saya mau meminta pertanggungjawaban Ujang atas tindakannya tersebut melalui jalur hukum,”kesalnya.

Sementara Kasat reskrim Polres Bangka, AKP. Rio Reza, SH, SIK kepada wartawan tadi malam membenarkan ada pengaduan kasus dugaan pengrusakan tanam tumbuh yang dilaporkan oleh Aswan. Ia mengatakan saat ini kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk proses hukumnya.

“Masih diselidiki dulu pengaduannya. Nanti kita lihat hasil penyelidikannya,”ujar Rio saat dihubungi via ponselnya.(2nd)

Related posts