Belitong

Tanah Puru Timbunan Embung Mempaya Bermasalah, Kepala Proyek tak Mau Tau

 Kades: Apapun Risikonya Kami Tanggung Bersama

Proyek Pembangunan Embung Mempaya di Kabupaten Belitung Timur yang tanah puru timbunannya bermasalah. (Foto: Bas)

RAKYATPOS.COM, DAMAR – Maraknya pemberitaan proyek Pembangunan Embung Konservasi Kolong Mempaya di Desa Mempaya, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) diberbagai media, akhirnya membuat Kepala Desa Mempaya, Syafrudin Umar angkat bicara. Maklum, kepala desa disebut-sebut punya andil besar terkait jual beli ribuan kubik tanah puru yang diduga tanpa izin penambangan untuk timbunan membangun pulau di tengah embung.

Kepada rakyatpos.com Jum’at (11/09/2020), Kades Syafrudin Umar didampingi kepala dusun dan BPD mengatakan pengambilan ribuan kubik tanah puru untuk timbunan pada pekerjaan Tahap 1 Pembangunan Embung Konservasi Kolong Mempaya tahun 2019 lalu, sudah berkoordinasi dengan pihak tertentu.

“Sudah koordinasi,” katanya. Sepengetahuanya, Beltim belum ada Perda tanah puru, sehingga dirinya bersama perangkat desa lainnya dan BPD mengambil kebijakan menjadi “supplaeir” tanah puru untuk proyek yang dikerjakan oleh PT. Sartika Permata dengan nilai Rp19 miliar itu.

Kebijakan yang diambil Kepala Desa Mempaya ini bukan tanpa risiko. Dirinya menyatakan siap menanggung segala risiko, sehingga tidak mengganggu pembangunan embung. “Apapun risikonya kami tanggung bersama,” ucap Syafrudin.

Dari hasil penjualan tanah puru kepada PT. Sartika Permata, diakuinya desa menerima imbalan satu unit mobil ambulan dari perusahaan. Tapi satu unit mobil ambulan itu disebut Syafrudin adalah CSR perusahaan.

Menurut dia, tidak ada yang salah terkait pengambilan tanah puru untuk timbunan proyek embung di desanya yang dilakukan dalam WIUP PT. Timah.

“Kami melihat masyarakat ini adalah juri, tapi tidak ada komplain dari masyarakat, kalau kami salah pasti ada yang komplain,” kata Syafrudin ringan meski mengakui tidak ada rekomendasi untuk penambangan tanah puru itu dari PT. Timah.

Sedangkan pada proyek embung tahap 2, ia mengaku sudah mengajukan permohonan rekomendasi kepada PT. Timah untuk mengambil tanah puru di WIUP PT Timah sejak 3 bulan lalu, namun hingga kini belum ada jawaban.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

ads






To Top