Tanah Puru Proyek Embung Kolong Mempaya Darimana?

  • Whatsapp
Timbunan pembangunan proyek Embung Konservasi Kolong Mempaya di Desa Mempaya, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur yang diduga tanah purunya ditambang tanpa izin. (Foto: Bas)

RAKYATPOS.COM, DAMAR – Pembangunan proyek Embung Konservasi Kolong Mempaya di Desa Mempaya, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diduga bermasalah.

Pasalnya, proyek multi years milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, SNVT Pembangunan Bendungan Sumatera VIII Tahap I yang dikerjakan oleh PT. SP sebesar Rp19.023.083.114.- atau Rp19 miliar lebih tahun anggaran 2019 ini, melakukan kegiatan penimbunan puluhan ribu meter kubik tanah puru yang diduga penambangannya tanpa izin.

Timbunan puluhan ribu kubik tanah pada pekerjaan Tahap I ini, sempat dipermasalahkan kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Belitung Timur. Mereka mempersoalkan Pekerjaan Tahap I terdiri dari pembuatan Spiilway, Pintu Air, dan Timbunan. Terlebih khusus pada pengerjaan timbunan yang tanah purunya didatangkan dari luar lokasi.

Dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek Embung Konservasi Kolong Mempaya ini diketahui, dibutuhkan 58.426,09 M3 tanah timbunan untuk membangun pulau-pulau di tengah kolong eks tambang timah. Dan tanah timbunan itu diambil dari Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT. Timah, Tbk di Desa Mempaya.

Baca Lainnya

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (UPT ESDM Babel) di Belitung, Sholihin justru mengaku tidak tahu ada kegiatan penambangan tanah puru untuk kepentingan penimbunan proyek di wilayahnya.

“Kami tidak tahu,” kata Sholihin melalui sambungan telepon saat dihubungi rakyatpos.com Selasa (8/9/2020). Ia berdalih segala perizinan penambangan berada di Pemerintah Provinsi Babel.

Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, SNVT Pembangunan Bendungan Sumatera VIII, Novril saat dilakukan konfirmasi pada Senin(07/09/2020), belum berhasil untuk dihubungi. Pesan konfirmasi via WhatsApps (WA) yang dikirim tidak mendapat balasan hingga hari ini, Kamis (10/9/2020). (yan/1)

Related posts