by

Tambang PT PTIT Diduga Cemari Sungai

-NEWS-303 views

Bupati Basel Surati Pemprov Babel
Bukit Maji Terancam Hilang

TOBOALI – Aktivitas pertambangan pasir timah baik itu oleh perusahaan maupun tambang rakyat ilegal kian sporadis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Demikian juga aktivitas tambang mineral logam dan non logam lainnya. Aliran sungai dan daerah resapan air pun rusak.
Hal ini seperti terjadi di Desa Paku, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan. PT Persada Tambang Inti Tama (PTIT) yang menambang di Bukit Maji desa itu, diduga kuat telah mencemari tiga aliran sungai di Kecamatan Payung.
Terhadap pencemaran sungai ini, Bupati Bangka Selatan Justiar Noer pun telah melayangkan surat laporan kepada Pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang kini memiliki kewenangan terhadap penambangan. Sebelumnya, Tim Amdal DPKPLH Kabupaten Bangka Selatan menemukan limbah perusahaan tambang pasir timah tersebut telah mencemari tiga sungai.
Menindaklanjuti surat bupati itu, Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar pertemuan dengan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Bangka Selatan, Kamis (14/3/2019). Dan dalam pertemuan terungkap bahwa temuan limbah tersebut telah menyebar ke sejumlah sungai di beberapa desa di Kecamatan Payung.
Kepala Seksi Penegakkan Hukum (Kasi Gakkum) DLH Provinsi Babel Budiman Syahbani saat pertemuan mengatakan, Bukit Maji yang berada di Kecamatan Payung itu kini terancam hilang dari peta Bangka Selatan menyusul terus berlangsungnya aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Persada Tambang Inti Tama.
Melihat kondisi saat ini, Budiman meyakini suatu saat Bukit Maji tersebut akan hilang. Untuk sekarang saja petanya sudah hilang dan tidak ada lagi bukitnya di dalam peta itu. Karenanya pembahasan tentang dugaan pelanggaran dan pencemaran oleh PT PTIT menurutnya harus diulas secara komprehensif.
“Kami menjadi salah satu stakeholder yang intens melakukan pengawasan di perusahaan tambang PT Persada Tambang Inti Tama. Bahkan, kami selalu mewanti-wanti pihak perusahaan agar limbah aktivitas mereka tidak keluar apalagi sampai mencemari,” ujarnya.
Meski menyebutkan bukit itu akan hilang karena tergerus pertambangan, Budiman justru menyatakan dari sisi lingkungan sejauh ini kegiatan penambangan di Bukit Maji telah memasuki tahap perbaikan. Pihak perusahaan pun telah penyampaian permohonan Amdal ke DPMPPPTSP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan. Selain itu, pembahasan dokumen lingkungannya tinggal perbaikan dan penyampaian izin kepada instansi terkait.
Ia juga mengaku, banyaknya masukkan soal kondisi Bukit Maji ini membuat pihak DLH intens melakukan kroscek ke lokasi. Apalagi ada pembuangan limbah secara sengaja dan jangan sampai air yang keluar dari proses tambang mengakibatkan keruhnya air sungai.
Terpisah, General Manager PT Persada Tambang Inti Tama, Charles ketika dikonfirmasi kemarin belum memberikan tanggapan terkait temuan pencemaran sungai akibat tambang mereka oleh Tim Amdal BLHD Bangka Selatan. Charles hanya membalas pesan WA wartawan dengan ucapan terima kasih atas informasinya.
Sementara itu, dari informasi yang diperoleh, aktivitas penambangan PT Persada Tambang Inti Tama yang disebut-sebut mitra PT Timah, Tbk ini menggunakan puluhan Sjaking Table atau meja goyang. Meja goyang ini merupakan mesin pemisah logam berat dari material mentah aktivitas pertambangan. Dari proses pemisahan mineral dengan meja goyang inilah diduga kuat menimbulkan pencemaran limbah tambang ke beberapa aliran sungai. (raw/6)

Comment

BERITA TERBARU