Tambang Ilegal Garap Kawasan Bakau Deniang, Ditertibkan Warga

  • Whatsapp
Kondisi hutan bakau di wilayah Deniang yang rusak akibat tambang ilegal. Kamis (9/1/2020), warga bersama BPD, Tagana dan TNI meminta para penambang untuk angkat kaki dari wilayah itu. (foto: Zuesty Novianty)

RAKYATPOS.COM, RIAUSILIP – Puluhan masyarakat Deniang bersama BPD Deniang dan Babinsa menggerebek Tambang Inkonvensional (TI) di Sungai Deniang, Kamis (9/1/2020). Penertiban dilakukan lantaran masyarakat curiga air sungai yang mengalir ke laut tersebut berwarna keruh.

Sekretaris BPD Deniang, Ali mengatakan pada saat berada di lokasi, mereka kaget lantaran sumber kotornya air sungai berasal dari aktivitas penambangan. Awalnya masyarakat memang mengetahui ada beberapa unit TI di dekat sungai, namun sebelumnya para penambang kala itu tidak menggarap wilayah sungai.

Muat Lebih

“Dulu memang ada 1 sampai 3 unit tapi mereka gak ganggu sungai. Karena ada keluhan warga mengenai kondisi air yang keruh. Jadi kami cari sumbernya. Setelah ke lokasi ternyata TI itu berkembang jadi 10 unit. Parahnya mereka menggarap kawasan sungai. Sehingga bakau bakau pun sudah rusak,”jelas Ali.

Tak ingin membiarkan kondisi sungai semakin rusak dan menganggu habitat kepiting dan udang di Sungai Deniang, warga pun meminta bantuan Babinsa, BPD dan Tagana untuk membubarkan para penambang yang tidak mengantongi izin apapun tersebut.

Kata Ali, paling lambat Senin (6/1/2020) ini para penambang harus sudah angkat kaki dari Sungai Deniang. Apabila penambang tidak mengindahkan maka mereka akan meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas para penambang penambang yang datang dari luar Desa Deniang tersebut.

“Mulai hari ini mereka tidak boleh kerja lagi. Tadi sudah kami minta untuk langsung dibongkar. Kalau mereka bandel, kami akan minta pihak kepolisian menindak tegas mereka. Karena kawasan ini kawasan hutan bakau. Mereka mengaku baru satu bulan bekerja di Sungai Deniang,”jelas Ali.(2nd)

Pos terkait