Tambang CV SR di Tanjung Labu Bikin Kisruh

  • Whatsapp

Ketua BPD Nyaris Diserang Oknum Tambang
Puluhan Warga Datangi Polsek

Kapolres Bangka Selatan, ketika menjelaskan proses hukum laporan yang dilayangkan Ketua BPD Tanjung Labu kepada warga di halaman Mapolsek, tadi sore. (Foto: IST/Dedi Irawan)

 

Read More

LEPAR PONGOK – Aktivitas penambangan pasir timah yang dilakukan CV SR Bintang Babel di Desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membuat gejolak di masyarakat setempat.

Terlebih, Ketua BPD Desa Tanjung Labu, Mastono bersama aparatur desa nyaris menjadi bulan bulanan oknum masyarakat yang pro tambang milik mitra PT Timah itu.

Kekisruhan pun terjadi Sabtu sore (1/2/2020), puluhan warga desa yang marah mengetahui BPD dan aparatur Desa Tanjung Labu hendak diperlakukan kasar oleh warga pendukung tambang, beramai-ramai mendatangi Polsek Lepar Pongok (Lepong).

Menurut cerita Mastono yang akbrab dipanggil Reno, sebelum dirinya dan warga datang ke Polsek Lepong, ia bersama bersama aparatur desa lainnya datang ke lokasi penambangan CV SR untuk menyampaikan agar aktivitas penambangan dan alat berat yang ada dihentikan sesuai dengan permintaan masyarakat Desa Tanjung Labu.

“Awal mulanya berdasarkan hasil rapat di DPRD Provinsi Babel beberapa waktu lalu untuk menghentikan adanya aktivitas tambang di Desa Tanjung Labu, dijadikan oleh masyarakat kami agar menghentikan aktivitas tambang dan PC di lokasi,” ujar Reno kepada wartawan Sabtu malam via ponselnya.

Namun sebelum tiba di lokasi tambang, dirinya bersama rombongan malah mendapat hadangan dari beberapa oknum masyarakat dengan menakut-nakuti.

“Ada yang mau mencabut parang, ada yang mau mukul dan ada pula yang menarik kerah baju saya untuk mengancam tidak lagi mengganggu,” cerita Reno.

Belum selesai persoalan yang terjadi, Reno mengaku langsung menelpon istrinya agar tidak berdiam diri di rumah karena dirinya khawatir istrinya mengalami hal yang tidak diinginkan.

“Saya meminta istri saya agar tidak berdiam diri di rumah karena khawatir mendapat gangguan, namun warga yang berkumpul saat itu bertanya kenapa istri saya seperti panik dan menanyakannya dan wargapun mengetahui jika kami mendapat tindakan yang kurang baik dan segera menuju ke kantor polisi untuk meminta bantuan agar tidak terjadi hal-hal buruk,” tambahnya.

Mendapat perlakuan tersebut, Reno bersama aparatur desa langsung mendatangi Polsek Lepong untuk melaporkan perlakuan yang dialaminya. Dan saat itu masyarakat juga berbondong bondong mendatangi Polsek untuk meminta bantuan kepada pihak kepolisian. Kehadiran masyarakat meminta agar permasalahan itu dapat ditindaklanjuti.

Lantas, menyikapi laporan warga yang datang ke Polsek Lepong, Kapolres Bangka Selatan, AKBP S Ferdinand Suwarji bersama tim langsung turun guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Kapolres menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan ini. Ia juga berharap agar masyarakat dapat menahan diri dan bersama sama mewujudkan situasi kondusif.

“Saya tadi langsung turun menemui masyarakat Tanjung Labu, persoalan ini kita tindaklanjuti dan akan ditangani Polres Basel. Kita harapkan masyarakat dapat menahan diri dan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ujarnya tadi malam. (raw/1)

Related posts