Tambang Besar Hancurkan Pantai Kuarsa Parit Tiga

  • Whatsapp

Bibir Pantai Luluh Lantak Dikeruk PC
Kapolres Diperintah Tindak Tegas

PANGKALPINANG – Setelah tambang ilegal pasir timah di kawasan Hutan Lindung (HL) Merapin, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah milik tiga orang bos timah disorot Polda Kepulauan Bangka Belitung seperti diberitakan edisi kemarin, sekarang giliran sejumlah tambang berskala besar yang juga dipastikan ilegal di areal Pantai Kuarsa, Desa Teluk Limau, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat seolah “menantang” aparat kepolisian.

Bagaimana tidak, dengan terang-terangan para pengusaha alat berat dan pemilik-pemilik tambang nonkonvensional (TN) di kawasan lindung itu menghancurkan kawasan sekitar Pantai Kuarsa. Bahkan penambangan dengan menggunakan alat berat itu membabat habis bibir pantai.

Hingga kemarin, Senin (17/6/2019) belum ada penindakan dari aparat penegak hukum terhadap aktivitas penambangan dan alat berat ilegal tersebut. Padahal, lebih dari lima unit alat berat jenis becho atau biasa disebut PC oleh para penambang, terlihat bebas mengeruk kawasan bibir pantai. Beberapa unit tambang besar pun tersebar di sekitar lokasi, lengkap dengan para pekerjanya.

Dari keterangan warga, lebih dari lima unit alat berat tersebut milik pengusaha-pengusaha asal Jebus, Mentok dan Pangkalpinang yang dikelola atau dikuasakan oleh PE. Dan ada juga alat berat yang ‘dipegang’ oleh oknum aparat keamanan di lokasi lain.

PC tengah mengeruk kawasan bibir Pantai Kuarsa yang merupakan Hutan Lindung Pantai di Desa Teluk Limau, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat. (foto: Istimewa)

Terhadap kenyataan ini, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Kapolda Babel), Brigadir Jenderal Polisi Istiono langsung panas telinganya mendengar kabar tambang besar yang menghancurkan kawasan hutan lindung dan diduga tak pernah tersentuh hukum ini.

Untuk itu, dirinya langsung memerintahkan agar Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto segera turun ke lokasi menutup habis tambang tersebut dan menangkap para pelakunya.

“Informasi ini sudah saya teruskan ke Polres Bangka Barat agar ditindak tegas sekarang juga. Ybs (Yang bersangkutan), yakni Kapolres Bangka Barat sudah saya suruh tindak dengan tegas sesuai aturan hukumnya,” tegas Kapolda dalam pesan singkat kepada Rakyat Pos, saat dikonfirmasi Senin kemarin.

Jenderal bintang satu yang belum genap satu tahun memegang tongkat kepemimpinan tertinggi di Polda Babel ini menegaskan, bahwa tambang yang merusak kawasan hutan lindung ini harus segera dihentikan dan ditutup selama-lamanya. “Ya (harus dihentikan-red),” jawabnya.

Istiono malah tak menampik jika aparat Polres Bangka Barat dan polsek jajaran setempat bahkan diduga sengaja tutup mata hingga membiarkan tambang timah ini merusak kawasan hutan di sepanjang Kecamatan Parit Tiga.

Akibatnya, tambang menggunakan sekitar lima unit PC itu diperkirakan hanya berjarak beberapa meter saja dari laut atau bibir pantai. Penambang juga memutuskan jalan menuju pantai agar tidak diketahui aparat dan warga.

“Ya, saya sudah perintahkan untuk ditindak,” tegasnya berulang kali yang ditujukan kepada Kapolres Bangka Barat.

Kapolda juga menyarankan kepada wartawan harian ini untuk segera mengkonfirmasi terkait kerusakan lahan hutan lindung itu langsung kepada Kapolres. “Ke kapolres saja ya,” tandasnya sembari mengirimkan nomor Whatsapps AKBP Firman Andreanto.

Namun sayangnya, pesan yang dilayang wartawan ke nomor yang dikirimkan Kapolda itu hanya terlihat dibaca saja, dan hingga berita ini dirampungkan tengah malam tadi belum ada jawaban dari Kapolres. (bis/1)

Related posts