Tak Ada Seat Distancing di Lion Air Group? Ini Alasannya

  • Whatsapp
Foto: Istimewa

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Banyaknya keluhan dan protes yang mengkritik maskapai-maskapai penerbangan Lion Air Group tidak menerapkan Seat Distancing pada sejumlah rute penerbangan, ditanggapi oleh Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Melalui keterangan tertulisnya kepada rakyatpos.com ketika dikonfirmasi Kamis malam (19/11/2020) terkait kritik itu, Danang Mandala mengatakan pihaknya dalam pengangkutan penerbangan telah mengikuti ketentuan yang berlaku. Termasuk mempedomani protokol kesehatan.

Read More

Apakah menerapkan juga Seat Distancing dan penyemprotan disinfektan setiap hari pada rute penerbangan? “Benar Pak. Disinfektan dilakukan,” jawab Danang.

Namun mengenai Seat Distancing, menurut dia tergantung tingkat keterisian penumpang (seat load factor), karena terkadang dapat terjadi melebihi dari batasan kapasitas angkut penumpang yang ditetapkan.

“Terkait dengan kapasitas angkut penumpang pesawat udara Lion Air yang diberikan batasan dalam jumlah yang diangkut, maka penumpang tertentu akan ada duduk berdampingan (bersebelahan dan tidak ada jarak),” ungkapnya.

Hal itu diakuinya tidak dapat dihindari, namun sebagai operator penerbangan, Lion Air mengatur (menata) penempatan pada tempat duduk (seat arrangement) penumpang agar lebih meminimalisir dampak penyebaran virus Covid-19.

“Untuk kelompok penumpang dimaksud pada penerbangan adalah perjalanan grup dari keluarga atau rombongan tertentu (group booking) yang menginginkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan (satu baris) atau penumpang kategori PCR/Swab hasil negatif,” katanya.

Sedangkan penumpang yang bukan dalam satu keluarga atau rombongan tertentu, akan diusahakan ada jarak duduk antarpenumpang.

“Lion Air tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Lion Air menjalankan operasional sebagaimana pedoman protokol kesehatan. Tetap menggunakan masker, melampirkan surat uji hasil kesehatan, tetap menjaga kebersihan,” tukasnya.

Selain itu, disampaikan kepada publik bahwa semua awak pesawat (kru) dan penumpang yang masuk ke dalam kabin pesawat, telah melaksanakan Rapid Test Covid-19 atau PCR/Swab dengan hasil non-reaktif atau negatif. Atau orang-orang tersebut dinyatakan sehat dan layak terbang (safe for flight).

Kemudian, semua kru dan penumpang sebelum masuk ke kabin pesawat telah dilakukan pengecekan kesehatan dan dokumen kesehatan oleh instansi yang diberikan kewenangan. Artinya, penumpang yang lolos untuk melapor (check-in), adalah orang yang telah memenuhi ketentuan kesehatan dan dokumennya dinyatakan valid.

Related posts