by

Tahir Launching Buku Zona Merah Mahasiswa

Muhammad Tahir, Mahasiswa Universitas Bangka Belitung, melaunching Buku Zona Merah Mahasiswa di acara Kelompok Kegiatan Seni dan Olahraga dan Himpunan Mahasiswa Hukum di depan halaman Gedung Bebel II Fakultas Hukum UBB, di Balun Ijuk, Merawang Kabupaten Bangka.(foto: tamimi).

MERAWANG – Muhammad Tahir, Mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Rabu (19/9/2018), melaunching Buku Zona Merah Mahasiswa di acara Kelompok Kegiatan Seni dan Olahraga (K2OS) dan Himpunan Mahasiswa Hukum di depan halaman Gedung Bebel II Fakultas Hukum UBB, di Balun Ijuk, Merawang Kabupaten Bangka.

Puluhan Mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Bangka Belitung (UBB) ikut serta dalam kegiatan tersebut, menyaksikan langsung Launching Buku Zona Merah Mahasiswa sekaligus sekilas info tentang bukunya.

Muhammad Tahir penulis buku itu memberikan kiat-kiat dalam menulis serta mengajak mahasiswa UBB untuk menulis sebagaimana ia menerangkan.

“Pertama, kenali dirimu sendiri dengan baik alias percaya diri. Saat ingin melakukan sesuatu kita harus melihat beberapa hal, what to see, apa yang kamu lihat di kampus anggap hal itu semuanya peluang untuk kamu bisa maju dan bangkit serta percaya diri didalam lingkungan kampus,” ujar Tahir.

Kemudian What to do, apa yang kamu lakukan, setelah kamu melihat sebuah peluang yang akan menjadikan kamu sesuatu, maka lakukan dengan bersungguh-sungguh dengan motivasi Man Jadda Wajadah (siapa yang bersungguh sungguh, maka ia akan berhasil) dalam hal apa pun itu, baik organisasi kampus maupun organisasi luar kampus.

Lanjut dia, What to value, apa yang bernilai, Albert Einstein berkata jadilah orang yang bernilai, dengan kamu bernilai, maka orang lain akan melirik kamu bahwa kamu dapat melakukan apa yang tidak dapat orang lain lakukan, maka buatlah dirimu bernilai.

Kedua, jangan takut salah, setiap orang dimuka bumi pernah melakukan kesalahan. Dalam dunia kampus sering kesalahan yang akan kita lakukan, maka jangan pernah kau hiraukan kesalahan itu, tapi hiraukanlah pengalamannya, karena engkau akan memahami apa yang kau lakukan dan apa yang salah dari apa yang kau lakukan.

“Pepatah mengatakan lebih baik menyesal melakukannya dari pada tidak sama sekali. Maka, wajar kita salah dalam kegiatan apa pun namanya juga berproses. Hargai setiap proses karena didalam proses tersirat sebuah harta Karun yang tidak dapat engkau lihat hari ini. Namun dapat kau rasakan di hari esok,” jelasnya.

Ketiga, lakukan hal-hal dalam dunia akademisi membaca, berdiskusi dan menulis kegiatan. Tindakan nyata dari seorang mahasiswa membaca, ini adalah kewajiban agar menambah wawasan. Setelah membaca lakukan diskusi dengan sesama baik mahasiswa maupun dosen, dan jangan pernah hindari perdebatan argumen, karena itu adalah pemantik daya analisis seseorang.

“Setelah berdiskusi, menulislah apa yang kamu diskusikan dan apa yang kau simpulkan dalam diskusi tersebut. Maka jangan takut menulis, karena manulis itu mudah, Pramoedya Ananta Toer berkata “sepandai-pandainya kalian ketika anda tidak menulis maka anda akan hilang dari sejarah dan peradaban dimasa depan” maka lukislah sebuah sejarah bagi diri sendiri agar engkau dikenal selamanya,” tuturnya.

Keempat, rendah hati dan unik. “Orang yang rendah hati adalah orang yang mampu mengukur dirinya diatas langit masih ada langit, maka tak ada yang harus disombongkan dalam diri manusia seperti kita ini. Jadilah orang yang unik berbeda namun memberi edukasi pada orang banyak, buatlah dirimu menjadi motivator banyak orang dalam hal kegiatan dan akademik dan non akademik,” kata Tahir.

“Kelima, keluar dari zona nyamanmu. Langkahmu dan tujuanmu menentukan masa depanmu maka jangan kau buat dirimu terbelenggu dengan kenyamanan hingga kau lupakan tantangan dalam hidupmu bahwa menulis itu adalah makhluk yang selalu bersaing. Kesuksesan seorang mahasiswa bukan berarti dia ber IPK besar tapi kesuksesan kita jika kita mampu keluar dari zona nyaman kita dan merubah pola pikir kita semakin dewasa,” ujar Tahir.

“Mulailah berproses dimasa muda, dimanapun, kapanpun lakukan yang terbaik, maka kamu akan menemukan kemudahan dihari esok kelak,” timpalnya.

Antusias Mahasiswa dalam kegiatan tersebut sangat tinggi, sehingga memantik mahasiswa untuk bertanya seputaran Buku Zona Merah Mahasiswa yang didalam buku itu terdapat Tiga BAB pembahasan pertama, Dilema Mahasiswa Terhadap Masyarakat, Kedua, Zona Merah Mahasiswa, ketiga Mementum Hari Kebangkitan. (ran/rell/3).

Comment

BERITA TERBARU