Tabrak Kijang dan Warkop, Heriyanto Tewas

  • Whatsapp
Mobil Carry yang dikendarai korban menabrak warkop setelah beradu dengan Kijang Super biru di perempatan lampu merah Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan, Belitung, kemarin. Akibatnya, pengemudi Carry tewas. (Foto: Dodi Iskandar)

TANJUNGPANDAN – Kecelakaan maut terjadi antar mobil Carry dengan nomor polisi BN 8510 XA warna hitam dengan Kijang Super nomor polisi BN 8783 WL warna biru di perempatan lampu merah Kelurahan Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (02/07/2020).
Diketahui, pengendara Carry bernama Suryanto (60) warga Air Nangka Kecamatan Dendang Kabupaten Belitung Timur. Sedangkan pengendara Kijang, Heriyanto (35) warga Belitung yang beralamat Jalan Pilang, Tanjungpandan.
Dari keterangan saksi di tempat kejadian, mobil Carry menabrak bemper Kijang yang dikendarai Heriyanto, dan kemudian menabrak warung kopi.
“Mobil Carry waktu itu nabrak bemper depan mobil Kijang bak biru. Nah, mungkin karena dia tidak terkendali lagi, dia ini langsung ke arah kanan dan nabrak rumah yang ada di situ (Warung Kopi Murni),” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Rakyat Pos, Kamis (02/07/2020).
Kemudian, melihat hal ini saksi meminta tolong kepada warga yang ada di tempat kejadian untuk mengeluarkan korban yang sudah tidak sadarkan diri. Saat itu, dia melihat kondisi korban sudah kritis.
“Setelah kami angkat, kami diamkan di tepi jalan terlebih dahulu. Melihat kondisi korban sudah mulai tidak sadarkan diri, saya minta tolong ke warga sekitar untuk menyiapkan mobil untuk membawanya ke rumah sakit, tidak ada respon jadi saya pakai mobil saya. Dan salah satu orang yang berada di mobil Kijang bak biru ikut ke rumah sakit,” jelasnya.
Setiba di Rumah Sakit Utama, saksi sempat memeriksa denyut nadi pada leher korban. Dan saat itu, saksi tidak merasakan lagi adanya denyutan nadi. Sempat terdengar dari mulut dokter bahwa korban tidak bisa diselamatkan lagi.
“Setelah sampai di Rumah Sakit Utama, di depan pintu depan benar berhentilah mobil saya. Setelah berhenti saya menyentuh nadi korban di bagian leher. Jadi pas saya menyentuh itu sudah tidak ada lagi (denyut nadi). Setelah itu dibawa masuk dan dari dokter juga sudah menyebutkan berat dan disitu juga dinyatakan meninggal,” ungkapnya.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Belitung AKP Dwi Purwaningsih mengatakan untuk dugaan sementara dikarenakan jalanan licin. Sebab saat itu jalan habis diguyur hujan.
“Posisi mobil satu arah dari terminal, mobil Toyota Kijang Pick up yang dikendarai Heriyanto belok ke kanan dan nyerempet mobil Suryanto, Akhirnya mobil Suryanto oleng nabrak rumah. Perkiraan kecepatan diatas 55 km/jam dan kondisi jalan licin,” ucapnya.
Dwi Purwaningsih memaparkan, korban diduga meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Meski tak ada luka, korban diduga meninggal akibat benturan yang keras.

“Diduga meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. Diduga terkena benturan saat tabrakan. Untuk luka memang tidak ada,” paparnya.
Untuk perkara ini, Dwi menyampaikan dengan tegas akan tetap melakukan proses sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Untuk perkara laka lantas ini prosesnya tetap kita lanjutkan,” pungkasnya. (dod/1)

Related posts